Peringati Hari Kenaekaragaman Hayati Sedunia, KLHK dan BRGM Gelar Pertemuan dengan Pakar dan Akademisi di IKN

Peringati Hari Kenaekaragaman Hayati Sedunia, KLHK dan BRGM Gelar Pertemuan dengan Pakar dan Akademisi di IKN

22 Mei 2022, dibaca 142 kali.

Nomor: SP.142/HUMAS/PPIP/HMS.3/05/2022


 
Tanggal 22 Mei, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati (International Day for Biological Diversity/IDB), yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan masalah keanekaragaman hayati. Hari Keanekaragaman Hayati atau IDB pertama kali diluncurkan setelah berlakunya Konvensi Keanekaragaman Hayati.
 
Tahun ini adalah tahun yang menjadi momentum ketika dunia sudah mulai lepas dari pandemi covid dan masing-masing Negara sudah beradaptasi dengan endemi Covid-19. Saat yang tepat komunitas global kembali mengevaluasi hubungannya dengan alam dan bagaimana alam yang sehat sebagai sumber untuk air, makanan, obat-obatan, pakaian, bahan bakar, energi dan lain sebagainya. Atas dasar tersebut, maka tema yang diusung tahun ini adalah “Membangun masa depan bersama untuk semua kehidupan” dengan pesan yang disampaikan adalah pentingnya keanekaragaman hayati sebagai pondasi dimana manusia dapat membangun kehidupan dengan lebih baik.
 
Dalam rangka memperingati IDB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan pertemuan para pakar dan akademisi untuk berdiskusi tentang Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Indonesia dan Taman Wisata Mangrove. Kedua pembangunan ini direncanakan untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, dimana IKN sebagai smart dan forest city juga sekaligus Ibu Kota sebagai sumber kehidupan.
 
Pertemuan dipandu oleh Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Hartono dan Penasihat Senior Menteri LHK, Soeryo Adi Wibowo, dan dihadiri oleh pejabat lingkup KLHK dan pakar/akademisi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Universitas Gajah Mada, Universitas Mulawarman, pakar mangrove, Ketua Forum Pohon Langka Indonesia, dan praktisi kehutanan dan lingkungan, perikanan, kedokteran hewan, pertanian.
 
Diskusi diawali dengan rencana Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Indonesia yang merupakan suatu konsepsi perlunya pusat plasma nutfah untuk melindungi keanekaragaman hayati khususnya pada level genetik atau yang sering disebut sebagai plasma nutfah. Tujuan dari pusat plasma nutfah di IKN ini salah satunya sebagai Center of Excellence atas implementasi teknologi terhadap pengembangan plasma nutfah sekaligus sebagai Pusat Data dan Informasi keanekaragaman sumber daya genetik di Indonesia, berbasis network dan kolaborasi para pihak. Komponen pusat plasma nutfah antara lain terdapat biobank, laboratorium Asissted Reproduction Technology dan Kultur Jaringan, persemaian/kebun benih dan tegakan benih, arboretum, koleksi (xylarium, herbarium, museum) dan lainnya yang dapat mempresentasi keanekaragaman hayati di Indonesia.
 
Diskusi kedua tentang Pembangunan Taman Wisata Mangrove sebagai komitmen Indonesia dalam isu perubahan iklim dan restorasi hutan. Tujuan pembangunan taman mangrove tersebut untuk mengurangi dan mencegah terjadinya dampak lingkungan penting dalam pembangun an IKN dan diharapkan memberikan fungsi antara lain konservasi atas keanekaragaman hayati, menjaga dan melindungi kota dari dampak abrasi, mendukung ekowisata berbasis komunitas lokal, sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen yang memberikan manfaat pada kualitas udara, air, dan suhu pada wilayah tersebut.
 
Dalam tata kelola lanskap mangrove memerlukan aksi-aksi yang terkoordinasi dengan melibatkan para pihak dalam pengelolaan unit lanskap. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan perumusan arah kebijakan dan target, pengembangan kerangka hukum melalui kebijakan/aturan perundangan dan design kelembagaan.
 
Melalui pendekatan berbasis ekosistem (ecosystem approach), keanekaragaman hayati diharapkan mampu menjadi pondasi yang kokoh dalam membangun kembali aspek kesehatan, ketahanan pangan, iklim, air hingga mata pencaharian yang baik dan berkelanjutan. Di tingkat global nature-based solution menjadi hal utama dalam menterjemahkan bagaimana alam memberikan kontribusi kepada kehiduan manusia dan bagaimana manusia menjaga alam sehingga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam dan lingkungan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan adanya rencana pembangunan Pusat Plasma Nutfah Indonesia dan Taman Wisata Mangrove, diharapkan Indonesia menjadi negara yang mengimplementasikan nature-based solution dan dapat menjadi contoh nyata (leading by example) di tingkat nasional maupun global.(*)
_________
Jakarta, KLHK, 22 Mei 2022


Informasi lebih lanjut:
Direktorat Jenderal Konsevasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK
Agung Nugroho - 0812 7876 148
 
Deputi Pemberdayaan Masyarakat, BRGM
Agung Rusdiyatmoko - 0813 2801 8031

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK
Nunu Anugrah 

Website:
www.menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id 

Youtube:
Kementerian LHK 

Facebook:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 

Instagram:
Kementerianlhk 

Twitter:
@kementerianlhk