Ayo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

  10 MAR 2018

Pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat terus dikembangkan KLHK. Sebagaimana dilakukan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi (KSDAE), melalui Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), yang mengembangkan pengelolaan ekowisata Bulu Tombolo bersama Kelompok Masyarakat Dusun Pattiro, di Desa Labuaja, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Bulu Tombolo berada di zona tradisional yang merupakan wilayah kerja Resor Camba TN Babul. Dengan potensi alam yang dimilikinya, lokasi ini sangat layak menjadi destinasi wisata, serta dapat menjadi
alternatif mata pencaharian bagi masyarakat", tutur Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Babul.

Selain Bulu Tombolo, TN Babul juga sangat dikenal dengan keberadaan berbagai jenis kupu-kupu, salah satunya adalah jenis Graphium androcles yang sangat langka dan menjadi lambang kawasan ini. Berdasarkan hasil monitoring kupu-kupu tahun 2010-2017 oleh Pengendali Ekosistem Hutan TN Babul, jenis ini G. androcles selalu hadir setiap tahunnya. 

Berita selengkapnya disini



Ayo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung BulusaraungAyo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung BulusaraungAyo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung BulusaraungAyo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung BulusaraungAyo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung BulusaraungAyo Kunjungi Bulu Tombolo dan Lihat Kupu-Kupu Langka di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung




Anda dapat memberikan komentar pada berita setelah menjadi member situs ini.
Sudah bergabung? silahkan login disini
Belum menjadi member? Silahkan daftar disini