Pengusaha Hutan Harus Libatkan Masyarakat

  21 NOV 2017

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono, mewakili Menteri LHK, membuka Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) 2017 di Jakarta (21/11/2017). Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan, pentingnya mempertahankan fungsi produksi, fungsi sosial, dan fungsi lingkungan, dalam pengelolaan hutan produksi.

"Potensi sumber daya hutan sebagai keunggulan komparatif, harus berpihak kepada masyarakat, untuk itu pemerataan ekonomi tidak boleh dilupakan", tuturnya.

Bambang juga menekankan tiga hal utama pesan Menteri LHK, yaitu pentingnya memberi akses legal kepada masyarakat, upaya peningkatan kapasitas bagi masyarakat dalam berwiraswasta atau berusaha, serta pendidikan vokasi atau keterampilan sebagai keunggulan komparatif. 

Selain itu, Bambang juga berharap usaha kehutanan ini dapat berkelanjutan dengan berbasis masyarakat, dan pengusaha dapat membantu masyarakat dalam penyediaan bibit untuk Hutan Tanaman Rakyat (HTR), untuk mendukung pembentukan kebun plasma.

"Tolong dijaga reposisi masyarakat dan lingkungan. Masyarakat dari objek menjadi subjek. Tolong bantu masyarakat, pola bagi hasil disepakati bersama, dan rakyat juga dapat diajak kerjasama dalam pengendalian karhuta untuk menjaga fungsi lingkungannya", tegas Bambang.


Berita selengkapnya klik disini



Pengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan MasyarakatPengusaha Hutan Harus Libatkan Masyarakat




Anda dapat memberikan komentar pada berita setelah menjadi member situs ini.
Sudah bergabung? silahkan login disini
Belum menjadi member? Silahkan daftar disini