APLIKASI MONITORING TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT

  01 NOV 2016

Kawasan konservasi di Indonesia seluas ± 27 juta hektar dalam bentuk Taman Nasional, Taman Nasional Laut, Taman Wisata Alam, Taman Buru, dan lainnya dikelola oleh 80 Satuan Kerja (8 Balai Besar KSDA, 8 Balai Besar Taman Nasional, 18 Balai KSDA, 41 Balai Taman Nasional dan 6 satker pusat).
Luasnya kawasan, konflik dan permasalahan kawasan yang cukup tinggi, pengembangan kerjasama, ditambah besarnya anggaran yang dikelola (Tahun 2014 sebesar Rp. 1,2 T, Tahun 2015 sebesar Rp. 1,59 T, tahun 2016 turun lagi menjadi Rp. 1,2 T), banyaknya sumber daya manusia yang terlibat (sekitar 8.000 orang), serta terbatasnya rentang kendali dalam pelaksanaan sistem pengendalian internal ternyata sering memunculkan berbagai masalah.
Kasus yang diangkat oleh auditor berupa temuan dan rekomendasi banyak yang dihubungkan dengan konsekuensi hukum dan penyelesaiannya dibatasi dengan waktu. Oleh karena itu Setditjen KSDAE mendorong dan memonitor progres penyelesaian tindaklanjut ini sekaligus memberi dukungan agar seluruh temuan dan rekomendasi ini ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Potret masalah karena lemahnya system pengawasan internal, kurangnya kepatuhan atas peraturan perundang – undangan, kinerja (termasuk manajemen pengelolaan kawasan) atau masalah lain yang berkembang karena pengaduan masyarakat yang tertuang dalam Laporan Hasil Audit, sejak tahun 2004 ternyata cukup banyak dan sebagian diantaranya belum ditindaklanjuti. Kondisi ini membutuhkan perhatian semua pemangku kepentingan, karena penyelesaian atas tindak lanjut waktunya terbatas, dan beberapa diantaranya memuat unsur Kerugian Negara atau mengandung konsekuensi hukum. Disisi lain monitoring penyelesaian tindak lanjut ini masih dilaksanakan secara manual, sehingga validasinya sering dipertanyakan.
Berangkat dari kenyataan tersebut, kami memandang sudah saatnya pelaksanaan monitoring tindaklanjut laporan hasil audit pada Satker di lingkup Direktorat Jenderal KSDAE ini didukung aplikasi berbasis web yang kami beri nama ALOHA (Aplikasi Laporan Hasil Audit Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem)

Mulai akhir tahun2016 aplikasi ini mulai diterapkan di Satker lingkup Direktorat Jenderal KSDAE. Kami berharap dukungan aplikasi berbasis web ini akan memberi kemudahan kepada pimpinan dan semua pemangku kepentingan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan.

Endang Lesmana
NIP. 19620918 198505 1001



APLIKASI MONITORING TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL AUDIT