WASPADA KARHUTLA 2017, INDONESIA PERKUAT SISTEM DETEKSI DINI

  01 FEB 2017

Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Senin, 23 Januari 2017. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengingatkan bahwa pada tahun 2015 Indonesia mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang luar biasa. Akibat Karhutla, Indonesia mengalami kerugian ekonomi mencapai Rp. 220 triliun, dan 504.000 orang mengalami gangguan kesehatan, serta 2,6 juta ha habitat keanekaragaman hayati hilang yang kerugiannya tidak bisa dihitung secara ekonomi. 

Berkat upaya penanganan Karhutla sejak dini oleh semua pihak, pada tahun 2016 Indonesia berhasil menurunkan jumlah Hotspot sebesar 82,14% (Sumber Satelit NOAA) atau 94,58% (Sumber Satelit Terra Aqua); menurunkan luas kebakaran sebesar 83,2% yaitu 438.360 Ha, dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 2.611.411 Ha; tidak ada kejadian asap lintas batas regional; dan tidak satupun Gubernur yang menetapkan status tanggap darurat di tahun 2016. 



WASPADA KARHUTLA 2017, INDONESIA PERKUAT SISTEM DETEKSI DINI