Sambutan Menteri LHK Dalam Acara Pembukaan Peringatan HKAN Tahun 2015 di TN Ujung Kulon

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang Terhormat,
Duta Besar Negara-Negara Sahabat,
Gubernur Provinsi Banten Beserta Jajarannya,
Bupati Pandeglang Beserta Jajarannya,
Pejabat Eselon I dan Eselon II Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Tokoh-Tokoh Pemerhati Lingkungan dan LSM,
Para Pelaku Usaha,
Peserta Jambore Konservasi Alam Nasional,
dan Para Tamu Undangan Sekalian Yang Berbahagia.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan izin-NYA sajalah kita dapat hadir bersama di tempat yang mulia ini untuk bersama-sama hadir pada acara pembukaanperingatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2015 di Sumur, daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon.Taman Nasional Ujung Kulon merupakan rumah atau habitat terakhir Badak Jawa bercula satu yang hanya ada di Indonesia.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sejak ditetapkannya tanggal 10 Agustus sebagai Hari Konservasi Alam Nasional oleh Presiden Republik Indonesia melalui Perpres Nomor 22 Tahun 2009, maka sejak saat itulah tanggal 10 Agustus menjadimomentum yang sangat istimewa karena mempunyai dua dampak besar bagi Indonesia sendiri maupun dunia internasional.

Pertama,dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional yang momentumnya berdekatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita dapat meningkatan rasa kebangsaan dan cinta tanah air melalui konservasi alam dengan selalu mengajak peran serta masyarakat melindungi dan memanfaatkan hutan termasuk keanekaragaman hayatinya secara bijaksana.
Tahun 2015 ini bertepatan dengan suasana kemerdekaan NKRI yang telah berumur 70 tahun, yang dalam siklus kehidupan manusia dapat dikategorikan dalam periode “bijaksana”.

Dengan modalitas hutan seluas 134 juta hektar, atau 70% dari daratan Indonesia serta kekayaan kenaekaragaman hayati tidak kurang dari 17% semua jenis flora dan fauna yang ada dunia, maka keberlanjutan untuk sebesar-besarnya kemanfaatan bagi masyarakat menjadi ukuran untuk pengelolaan yang bijaksana tersebut. Dalam rangka itu, saya menyambut gembira tema peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2015 yaitu “Keberlanjutan Konservasi Alam Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan”.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Trisakti dan agenda prioritas nasional yang kita kenal dengan Nawacita.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Bapak Presiden menaruh perhatian dalam upaya-upaya mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan perekonomian secara konkrit, diantaranya melalui penguatan ekonomi daerah/desa tertinggal, peningkatan produktivitas rakyat yang berdaya saing dan kemandirian ekonomi berbasis sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Dalam pengertian kita, implementasi di sektor lingkungan hidup dan kehutanan, kita mengimplementasikan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari dan peningkatan peran serta masyarakat dan pemberian akses terhadap sumber daya hutan.Target yang dicanangkan adalah 12,7 juta hektar dalam bentuk Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa dan Hutan Tanaman Rakyat, termasuk didalamnya adalah 3 juta hektar di kawasan konservasi untuk Hutan Kemasyarakatan.

Pemberian akses kepada masyarakat di kawasan konservasi dilakukan melalui pola HKM “Model Desa Konservasi” yang dibangun melalui kesepahaman ruang perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati dan ruang akses sumber daya alam bagi masyarakat.Dengan pola ini, rakyat mendapatkan manfaat berkelanjutan dari kawasan konservasidan memberikan timbal balik bagi kelestarian kawasan konservasi tersebut.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Kedua, peringatan Hari Konservasi Alam NasionalTahun 2015 akan dilaksanakan selama satu tahun penuh untuk mendapat dukungan publik terhadap penyelamatan habitat dan jenis hidupan liar. Oleh karena itu, hari ini saya meluncurkan (kick-off) kampanye nasional yang kami beri judul “IndonesiaCelebrate Biodiversity”. Hal ini selaras dengan gerakan International Union on Conservation Nation(IUCN).

Pada tahun 2016, kampanye nasional ini diharapkan mampu menggalang 1 juta dukungan publik, termasuk pihak swasta dan masyarakat umum (public private partnership). Pihak swasta yang berasaldari perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit, perusahaan tambang dan migasdiluar kawasan hutan diminta untuk mengalokasikan lahan usahanya secara aktif bagikepentingan konservasi bernilai tinggi (high conservation value forest) dalam bentang lanskap koridor, sehingga konektivitas antar kawasan hutan dapat terhubung yang memberi dampak positif untuk hidupan liar.Dengan kontribusi ini pasar akan memberikan insentif sebagai perusahaan yang berwawasan hijau (green company) yang memberikan implikasi terhadap willingness to pay produknya.

Kami mengharapkan kerjasama yang telah terjalin baik dengan lembaga swadaya masyarakat, donor dan dunia internasional dalam pengelolaan habitat dan hidupan liar dapat ditingkatkan lagi, sehingga target indikator kinerja sebagaimana tercantum dalam RPJM 2015-2019 bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan meningkatkan populasi 25 spesies kunci hingga 10%. Peran ini akan lebih baik lagi jika ditunjang oleh masyarakat luas melalui peningkatan kesadaran untuk hidup harmoni dengan alam. Teringat beberapa bulan yang lalu kita telah melakukan #savekakatuajambulkuning yang secara mengejutkan masyarakat dengan sukarela menyerahkan 167 ekor kakatua jambul kuning yang akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya melalui program rehabilitasi.

Saudara-saudara sekalian,
Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak semua pihak baik unsur pemerintahan di pusat dan di daerah, elemen masyarakat termasuk lembaga swadaya masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama berperan dalam mewujudkan agenda nasional khususnya dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Kepada peserta Jambore Konservasi Alam Nasional yang dilaksanakan di Taman Nasional Ujung Kulon, saya berpesan agar dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman saudara serta keteladanan penggerak konservasi alam, saya yakin dan percaya saudara-saudara menjadi duta-duta konservasi di daerahnya masing-masingyang dapat menularkan keteladanan kepada masyarakat luas.

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, saya membuka secara resmirangkaian peringatan Hari Konservasi Alam NasionalTahun 2015.Semoga apa yang kita lakukan dalam mengisi rangkaian kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional pada tahun ini mendapat ridho Allah SWT.

Sumur, 8 Agustus 2015

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,

Dr. Ir. SITINURBAYA, M.Sc