MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PADA PENCANANGAN PROMOSI TAMAN NASIONAL DENGAN TEMA “AYO KE TAMAN NASIONAL” DI HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL (HCPSN) TAHUN 2015

 

Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Syalom
Oom Swastiastu
Namo Buddhaya

Yang saya hormati:
Para pejabat Eselon I, II, III dan IV,
Direksi BUMN lingkup Kementerian LHK,
Rekan-rekan Redaksi Media dan Para Wartawan,
Para pejabat fungsional, tamu undangan serta seluruh karyawan/karyawati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Para hadirin yang berbahagia.

Pertama-tama, marilah kita persembahkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat yang dilimpahkan kepada kita semua, dalam menjalankan tugas dan misi pengabdian kita kepada bangsa dan negara. Serta atas berkah rahmat dan ridho-Nya pula, pada malam ini kita dapat menyelenggarakan Pencanangan Promosi Taman Nasional dengan tema “Ayo Ke Taman Nasional” dalam rangkaian acara peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2015.

Secara statistik, Indonesia termasuk negara yang kaya raya dalam hal keanekaragaman hayati. Biodiversitas Indonesia menyumbangkan 12% jenis mamalia yang ada di dunia, 17% burung-burung dunia, 16% reptil dan amfibi dunia, 25% ikan tawar dan laut dunia, serta 10% tumbuhan berbunga dunia. Keanekaragaman hayati itu ada yang hidup di kawasan konservasi dan ada juga yang pelintas batas. Ada yang pelintas batas antar benua, antar negara, antar provinsi, bahkan melintas keluar kawasan konservasi. 

Sebagai upaya pelestarian flora dan fauna tersebut, di kawasan pelestarian alam pada kawasan konservasi dibentuklah Taman Nasional (TN). Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. 

Saat ini, di Indonesia terdapat 51 Taman Nasional dengan total luasnya mencapai 16 juta ha lebih, bahkan 6 taman nasional diantaranya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfer, 6 taman nasional sebagai Warisan Dunia, dan 2 sebagai situs Ramsar (perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan). Juga terdapat dua taman nasional berstatus sebagai cagar biosfer dan warisan dunia, yaitu TN Gunung Leuser dan TN Komodo.

Pada tahun 2013, total pengunjung Taman Nasional mencapai 1,9 juta terdiri dari 1,7 juta dalam negeri dan 200 ribu pengunjung dari luar negeri. Adapun tujuan kunjungannya sebagian besar adalah untuk rekreasi dan selebihnya untuk tujuan penelitian, pendidikan dan ilmu pengetahuan, dll. 

Hadirin sekalian,
Dengan adanya penyesuian tarif baru masuk kawasan konservasi mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang berlaku pada Kementerian Kehutanan, wisata alam di kawasan konservasi seperti taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, cagar alam, suaka margasatwa ditargetkan mampu menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 1 triliun pada 2014. Pada tahun 2015 ini diharapkan PNBP sektor Kehutanan dari kawasan konservasi dapat terus meningkat.

Untuk itu, sebagai salah satu upaya meningkatkan jumlah kunjungan ke Taman Nasional dan meningkatkan PNBP sektor kehutanan, diharapkan tagline “Ayo Ke Taman Nasional” ini dapat menginspirasi publik untuk mengenal lebih jauh potensi taman nasional di Indonesia sekaligus dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional. 

Hal ini sejalan dengan Target Pariwisata Nasional 2015 – 2019 yang ditetapkan Presiden yaitu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 juta dan wisatawan nusantara mencapai 275 juta orang dalam 5 tahun. Dari kawasan konservasi, ditargetkan kunjungan minimal 1,5 juta dari wisatawan mancanegara dan minimal 20 juta orang wisatawan nusantara dalam 5 tahun mendatang. 

Para hadirin yang berbahagia,
Keberhasilan destinasi wisata dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang datang, hal ini tentunya harus didukung oleh penggunaan media sebagi media promosinya. Penggunaan media, baik media cetak maupun elektronik terbukti efektif menunjang promosi pemasaran wisata khususnya Taman Nasional. Dengan penerapan bauran media promosi, ditunjang dengan penggunaan media yang tepat, konsumen dapat memperoleh informasi tentang produk dengan cepat dan mudah. Sehingga minat kunjungan ke Taman Nasional akan meningkat.

Oleh karena itu, pada hari yang berbahagia ini kami memberikan penghargaan kepada para pimpinan media massa dan para wartawan yang selama ini telah menunjukkan kepeduliannya pada pemberitaan serta promosi lingkungan hidup dan kehutanan. Pemberitaan dan promosi ini menjadi sangat penting sebagai ujung tombak sosialisasi penyadartahuan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. 

Untuk itu, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pimpinan media massa dan para wartawan semoga dengan kehadiran Bapak-Ibu sekalian semakin meningkatkan pemberitaan baik secara kualitas maupun kuantitas. 

Para hadirin yang berbahagia,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya menghimbau kepada semua pihak baik jajaran Kementerian LHK, media massa dan stakeholder terkait, mari bersama-sama kita berperan serta dalam Promosi Taman Nasional. Kepada Tim Promosi Investasi agar bekerja lebih giat lagi mempromosikan Taman Nasional kita agar dapat lebih banyak berkontribusi pada pembangunan daerah. Kepada semua pihak kami menghimbau marilah kita jaga dan pelihara Taman Nasional dari kerusakan, bahaya kebakaran serta gangguan perambahan maupun illegal logging dan penyelundupan tumbuhan dan satwa dilindungi. 

Akhirnya, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan dukungan media massa serta partisipasi semua pihak dalam mempromosikan Taman Nasional di Indonesia. Dengan mengucapkan “Bismillahirahmanirrahim” dengan ini saya CANANGKAN Promosi Taman Nasional dengan tagline “AYO KE TAMAN NASIONAL” 

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan ridho-Nya pada langkah kita bersama, dalam membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Wabillahi taufik wajl hidayah, 
Wassalamu’alaikumWarahmatullahi Wabarakatuh.
Syalom,
Oom santi santi santi Om 

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP 
DAN KEHUTANAN

Dr. Ir. SITI NURBAYA, M.Sc