Sambutan Menteri LHK pada penanam pohon peringatan HHI 2016

 

SAMBUTAN
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN 
PADA ACARA PENANAMAN POHON DALAM RANGKA PERINGATAN HARI BAKTI RIMBAWAN DAN
HARI HUTAN INTERNASIONAL TAHUN 2016 
Subang, 19 MARET 2016

Yang terhormat :
• Menteri BUMN;
• Gubernur Jawa Barat beserta jajaran;
• Bupati Subang beserta jajaran
• Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian LHK dan Kementerian BUMN;
• Direksi Perum Perhutani, PT. Lintas Marga Sedaya, Djarum Foundation, dan Pimpinan Paguyuban Budiasi-BNI; 
• Hadirin yang berbahagia.

Assalamualaikum wr. wb. 
Selamat Pagi, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu. 
Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang dilimpahkan kepada kita, hari ini kita dapat bertemu pada acara Penanaman Pohon dalam rangka Peringatan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional Tahun 2016 di Interchange Km 109 Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

“Building Infrastructure, means Building The Nation” ini pepatah yang mengandung makna bahwa membangun infrastruktur adalah membangun negara. Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Cipali sangat berperan penting bagi berkembangnya lini ekonomi, sosial, pendidikan, teknologi, bahkan lingkungan. Tentunya dengan pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang ini, kita semua berharap agar tercapainya manfaat bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 

Pembangunan infrastruktur tidak semata-mata memberikan dampak positif, akan tetapi juga meninggalkan dampak negatif yang apabila tidak segera ditangani justru menjadi bumerang bagi kita semua. Dampak ini mencakup dampak terhadap manusia, tumbuhan, binatang, tanah, tata air, udara dan fungsi lingkungan lainnya baik dalam skala mikro maupun makro. Pembangunan jalan tol dalam skala besar membutuhkan pembukaan lahan, termasuk hutan dalam skala luas yang dapat mengakibatkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyumbang oksigen, habitat alami flora dan fauna, pengatur tata air, dan lain-lain. Pembangunan jalan tol Cipali, dampak negatif terhadap lingkungan juga dirasakan. Semakin luasnya lahan kritis akibat pembukaan lahan tersebut membutuhkan strategi percepatan rehabilitasi lahan dalam waktu segera mungkin. Salah satu upaya rehabilitasi tersebut yaitu melalui kegiatan penanaman pohon di sepanjang kanan kiri jalan Tol Cipali. 

Keberadaan pohon di sepanjang kanan kiri jalan Tol mempunyai fungsi :
1. Memperkokoh sempadan jalan dari gerusan air hujan dan limpasan air.
2. Pemecah hempasan angin atau windbreaker dan peneduh di sepanjang jalan tol.
3. Pemberi batas secara alami terhadap keberadaan tol, dan;
4. Memperindah lingkungan setempat.
Selain itu, manfaat yang diperoleh lainnya antara lain bahwa populasi pohon pada saatnya dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Hadirin yang kami hormati,
Disebutkan pada Resolusi PBB pada tanggal 28 November 2012 bahwa seluruh negara sepakat memperingati Hari Hutan Internasional setiap tanggal 21 Maret untuk saling berbagi dan bersinergi kaitannya dengan eksistensi hutan bagi perubahan iklim dan strategi yang harus ditempuh. Setiap tahunnya luas hutan berkurang dari permukaan bumi akibat pembangunan sektor lain. Bersamaan dengan berkurangnya hutan tersebut, berkurang juga ekosistem yang ada di dalamnya, termasuk beberapa spesies tumbuhan dan hewan. Deforestasi menyumbangkan lebih kurang 12-18 % emisi karbon, dan nilai tersebut setara dengan emisi karbon dari transportasi di seluruh dunia. Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional tahun 2016 ini marilah kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan menjunjung tinggi komitmen untuk turut mengupayakan penyelamatan hutan, salah satunya dengan rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia.

Hutan dan pohon memiliki peran penting di dalam menjaga keseimbangan kehidupan yang berlangsung di bumi. Setiap tahun, satu pohon dapat menghasilkan kisaran 130 kg Oksigen dan menyerap gas karbondioksida sebanyak 1 ton, untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, sehingga sangat membantu menurunkan pengaruh global warming. Selain itu, pohon juga bisa menjadi solusi dalam mencegah bencana alam seperti longsor, banjir dan kekeringan. Menanam pohon menjadi kontribusi kita yang nyata terhadap perbaikan lingkungan. 

Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan ini saya minta kepada seluruh hadirin sebagai berikut :
1. Bersama-sama melakukan penanaman pohon minimal 25 pohon setiap orang selama hidup;
2. Bersama-sama menjaga dan memelihara pohon yang telah tertanam sehingga dapat bermanfaat maksimal bagi kehidupan;
3. Turut membantu mensosialisasikan pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan kepada semua generasi bangsa agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan;
4. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk menggalakkan kegiatan-kegiatan terkait dengan kehutanan dan lingkungan hidup.
5. Khusus kepada PT. LMS agar memelihara pohon yang telah ditanam ini paling tidak untuk 3 tahun kedepan, sehingga pohon yang kita tanam benar-benar hidup.
Terima kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang berkontribusi pada acara penanaman pohon di sepanjang jalan Tol Cipali ini antara lain Perum Perhutani, PT Lintas Marga Sedaya, Djarum Foundation dan Paguyuban Budiasi-BNI.

Demikian beberapa hal yang perlu saya sampaikan, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada upaya-upaya kita bersama yang ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Terima kasih.

Wassalamualaikum wr.wb.
Selamat Siang, Om Santi Santi Santi Om.

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP 
DAN KEHUTANAN

SITI NURBAYA