SAMBUTAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2018

 

SAMBUTAN
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA
5 JUNI 2018

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,

Saudara-Saudara di seluruh penjuru tanah air yang saya hormati dan saya cintai,

Pertama, kita bersyukur kepada Tuhan YME masih diberikan kesempatan dan kekuatan dalam menjalankan pengabdian di tempat tugas kita masing-masing. Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas upaya semua pihak pemda provinsi dan kabupaten/kota serta komunitas, organisasi sosial dan profesi serta dunia usaha atas upaya bersama menjaga lingkungan. Setiap tanggal 5 Juni seperti juga negara-negara lain di berbagai belahan dunia ini, kita merayakan Hari Lingkungan Hidup.

Seperti kita pahami bersama bahwa seperti negara lain, Indonesia dihadapkan pada permasalahan dampak dari peningkatan aktivitas dan kebutuhan manusia, yaitu berupa penumpukan sampah plastik, yang hingga kini perlu dilakukan tindak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat, dan ramah lingkungan. Hal ini sangat penting, mengingat sampah plastik merupakan benda yang tidak dapat terurai dalam waktu yang sangat lama hingga jutaan tahun, dan dapat mengakibatkan pencemaran tanah, air, dan laut.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018 mengangkat tema “Kendalikan Sampah Plastik”, sebagai perwujudan komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik di berbagai belahan dunia, juga di Indonesia. Tema ini mengandung arti motivasi kerja sekuat tenaga untuk atasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi sampah, mengolah sampah, dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang, atau dikenal dengan istilah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle); serta yang penting adalah upaya bersama kolaborasi semua pihak, pemerintah/pemda, masyarakat dan dunia usaha.

Saudara-saudara yang saya cintai,
Komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 16% (sipsn.menlh.go.id) dari total timbulan sampah secara nasional. Sementara komposisi sampah plastik di kota-kota besar seperti Jakarta, sekitar 17% (Riset bersama Indonesia Business Link dan Laboratorium Teknik Penyehatan dan Lingkungan UI 2016). Komposisi sampah plastik menunjukan trend meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015. Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.


Dari total timbulan sampah plastik, yang telah dilakukan daur ulang diperkirakan baru 10-15% saja, selain itu 60-70% ditimbun di TPA, dan 15-30% belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut (Data Program Adipura KLHK 2016). Dengan demikian, guna mengatasi persoalan sampah kemasan plastik, maka diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat, seperti sinergi antara perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sosial dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan (sustainable development).

Dalam pengelolaan sampah plastik berkelanjutan, terdapat beberapa prinsip utama yang harus diterapkan, yaitu:
1. Melaksanakan re-design kemasan dengan cara mengurangi kemasan atau wadah sekali pakai dan meningkatkan agar dapat diguna ulang atau didaur ulang;
2. Mengurangi timbulan sampah plastik sejak dari sumbernya dengan cara menghindari dan membatasi penggunaan kemasan, bungkus, dan kantong belanja plastik sekali pakai (single use packaging);
3. Memanfaatkan kembali kemasan atau kontainer plastik untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain; dan
4. Mendaur ulang kemasan dan wadah plastik yang memang di-design dapat didaur ulang.
5. Kepemimpinan setiap elemen kelembagaan dalam masyarakat.

Salah satu pendekatan dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan (sustainable waste management) yang saat ini diproyeksikan yaitu dengan pendekatan circular economy. Pendekatan circular economy sudah diadopsi beberapa negara, antara lain Jepang (dengan istilah sound material-cycle society), Korea Selatan (dengan istilah green growth), China, dan Uni Eropa.

Secara sederhana, prinsip circular economy adalah nilai produk dan material dijaga agar dapat dimanfaatkan selama mungkin, sehingga timbulan sampah dapat dibatasi sekecil mungkin, penggunaan sumberdaya virgin diminimalkan, dan nilai ekonomi sumberdaya dapat dijaga selama mungkin agar ketika masa pakainya habis dapat dimanfaatkan kembali berkali-kali. Model circular economy ini menggantikan prinsip linear economy yang saat ini banyak dijalankan dimana produk dan material dirancang sekali pakai setelah itu dibuang ke lingkungan (make-take-dispose model).

Inti dari circular economy adalah menyeimbangkan aspek lingkungan dan ekonomi sehingga dapat dijalankan bersamaan secara berkelanjutan (environmentally and economically sustainable). Sesungguhnya, akar dari model circular economy dalam konteks pengelolaan sampah adalah reduce, reuse, dan recycle (3R) atau pembatasan, guna ulang, dan daur ulang. Jadi, model circular economy merupakan perwujudan dari prinsip 3R yang menjadi roh utama Undang-undang No. 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012. Pemerintah sejak tahun 2016 sudah melaksanakan uji coba pengurangan sampah plastik bekerja sama dengan retail cukup positif, dimana penggunaan kantong belanja plastik menurun 30 – 60%.

Uji coba itu berlangsung hingga lebih kurang satu tahun. Uji coba ini harus diperkuat dengan kesadaran prinsip bahwa menggunakan plastik dan membuat sampah plastik berarti mencemari lingkungan/alam. Dan kita harus bertanggung jawab karena telah memberikan beban pada alam. Langkah-langkah persuasif dengan dinamika masyarakat secara luas ini sejak 2016, juga sejak 21 Januari 2018 hingga April 2018 dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional dan diperpanjang hingga September 2018 telah memberikan catatan yang makin positif. Dalam gerakan masyarakat dengan dukungan masyarakat dan pemda/ pemerintah, penanganan sampah melalui bank sampah merupakan modal sosial yang unik dan tidak ada di negara lain untuk saat ini. Tentu saja juga telah berkembang ragam inovasi para profesional dunia usaha.

Bank sampah, circular economy dan landasan kesadaran mulai dari rumah tangga merupakan modal dasar kita untuk secepatnya bersama-sama sampai pada bebas sampah dan bebas sampah plastik pada 2020. Waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, circular economy menjadi penting dalam upaya kolaborasi antara berbagai komponen modal dasar upaya kita.

Dalam menerapkan model circular economy, pemerintah berharap para pelaku bisnis menjalankan strategi melakukan pembatasan timbulan sampah dengan cara re-design barang dan/atau kemasan plastik agar lebih ramah lingkungan misalnya compostable, recyclable, reusable, durable, dan refilable; serta membangun stasiun-stasiun drop-box dan mungkin bank sampah diantaranya untuk ambil kembali barang dan/atau kemasan plastik untuk didaur ulang atau dipergunakan ulang. Melalui perjalanan panjang lebih dari dua tahun, pengalaman empirik bersama pemda dan masyarakat, kita akan sampai pada pengaturan sampah yang bijaksana dengan pertimbangan-pertimbangan hasil dialog pemerintah dan masyarakat.

Saudara-saudara setanah air yang saya banggakan,

Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengeluarkan dua regulasi terkait pengelolaan sampah plastik yaitu 1) Pengurangan kantong belanja plastik di sektor ritel meliputi toko modern, pusat perbelanjaan dan pasar rakyat; dan 2) Peta jalan (Road Map) pengurangan sampah oleh produsen yang meliputi pelaku usaha manufaktur pemegang merk (brand owner), pelaku usaha ritel (toko modern, pusat perbelanjaan, pasar rakyat), dan pelaku usaha jasa makanan dan minuman (hotel, restoran, dan cafe); serta 3) Rencana Aksi terpadu penanganan sampah plastik di laut.

Sebagai langkah nyata penerapan circular economy, saat ini KLHK sedang membangun 3 (tiga) pilot projects pengembangan model pengelolaan sampah kemasan melalui program kolaborasi dengan melibatkan pemerintah, produsen, industri daur ulang, bank sampah, sektor informal (pelapak dan pengepul) dan kelompok masyarakat.

Ketiga kegiatan piloting tersebut meliputi:
1. Pengembangan model pengelolaan kemasan plastik PET botol dan kemasan karton di Provinsi Bali dan Jabodetabek bekerjasama dengan TetraPak Indonesia dan Danone Indonesia;
2. Pengembangan model pengelolaan kemasan PET botol Danone Aqua di Kawasan Destinasi Wisata Nasional Kabupaten Kepulauan Seribu DKI Jakarta dan Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Utara, NTT; dan
3. Pengembangan model pengelolaan kemasan plastik fleksibel (flexible plastic) berupa kemasan sachet dan pouch di 7 kabupaten/kota di Jawa Timur bekerjasama dengan Unilever Indonesia.

Saudara-saudara di seluruh penjuru tanah air,

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia di bulan Ramadhan ini, diharapkan dapat menambah semangat kita untuk senantiasa memperbaiki diri dalam berperilaku adil terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pada iman. Dengan lingkungan yang bersih dari sampah, dapat meningkatkan kenyamanan dalam beribadah, dan perilaku ini agar terus berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan dan budaya, untuk ditularkan kepada lingkungan sekitarnya. Kita membutuhkan tekad bersama untuk pelembagaan budaya bersih dan bijak dalam mengelola sampah.

Akhir kata, saya minta tekad bersama untuk menjaga lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sampah plastik, melakukan pemilahan sampah untuk diolah selanjutnya menjadi bahan produktif. Kepedulian lingkungan dengan upaya reduce, reuse, recyle pegelolaan sampah dan limbah patut ditingkatkan demi menjaga alam. Alam yang terjaga, akan memberikan fungsinya kepada manusia mulai dari fungsi pembawa/media, produksi sampai pada fungsi informasi, spiritual/healing. semua itu untuk kesejahteraan manusia.

Kendalikan sampah plastik, jaga lingkungan tetap bersih, untuk alam yang lebih baik. Mari kita bersatu dan bertekad untuk kelola sampah plastik bersama-sama.

Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Selamat Hari Lingkungan Hidup.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Om shanti shanti shanti om

Jakarta, 5 Juni 2018
Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan

ttd

Siti Nurbaya