Manggala Agni Antisipatif dan Utamakan Keselamatan dalam Cegah Karhutla

  21 FEB 2018

Nomor : SP. 091/HUMAS/PP/HMS.3/02/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 21 Februari 2018. Dalam rangka meningkatkan semangat dan motivasi anggota Manggala Agni di lapangan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Raffles B. Panjaitan melakukan kunjungan kerja dan memberikan pembinaan kepada anggota Manggala Agni Daops Palangkaraya, Kalimantan Tengah, (21/02/2018).

Raffles berpesan kepada Manggala Agni agar bekerja lebih antisipatif, mengingat tugas penting pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla) sudah menjadi prioritas nasional. Selain itu, Raffles juga menyampaikan agar Manggala Agni dapat meningkatkan sinergitas dan menjalin koordinasi yang baik dengan para pihak terkait dan masyarakat di lapangan.

“Peran serta masyarakat dalam pengendalian karhutla amatlah penting. Mereka harus dirangkul dan dilibatkan dalam kegiatan pengendalian karhutla. Masyarakat sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan hutan dan lahan hendaknya dapat dijadikan mitra dalam mendukung tugas-tugas Manggala Agni“, tambah Raffles. 

Menutup arahannya, Raffles menegaskan kepada Manggala Agni agar dalam melaksanakan patroli ke wilayah-wilayah rawan juga dilakukan pengecekan sarana prasarana pengendalian karhutla. Diantaranya sumur bor sumber air pemadaman yang telah dibuat harus dipastikan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat digunakan saat diperlukan. 

Selain itu, meneruskan pesan Menteri LHK, agar Manggala Agni tetap menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan dalam melaksanakan tugas mengingat kebakaran masih mengancam beberapa wilayah.

Seperti di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Pangkalan Bun terus melakukan upaya pemadaman di Kecamatan Kotawaringin Lama km 32 dan juga di Desa Mendawai Seberang Perbatasan km 13 dan 14 , Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (20/02/2018). Meskipun tanpa alat transportasi, Manggala Agni tetap berjuang menyeberangi sungai menuju lokasi yang terbakar seluas +/- 90 Ha ini. 

Sebagai langkah antisipasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kalimantan Tengah Tahun 2018 melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor : 188.44/19/2018 tanggal 19 Februari 2018 yang berlaku mulai tanggal 20 Februari hingga 21 Mei 2018. 

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Selasa (20/02/2018) pukul 20.00 WIB, mencatat empat hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (1 titik), Riau (1 titik), Kepulauan Riau (1 titik), dan Sulawesi Tengah (1 titik). Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA mencatat dua hotspot di Provinsi Kalimantan Barat. 

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330