Hotspot Menurun, Manggala Agni Tetap Siap Siaga

  13 MAR 2018

Nomor : SP. 134/HUMAS/PP/HMS.3/03/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 13 Maret 2018. 
Hotspot kembali menurun berdasarkan pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) KLHK, pukul 20.00 WIB (12/03/2018). Berdasarkan satelit NOAA-19, tidak terpantau adanya hotspot, sedangkan satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat satu hotspot di Kalimantan Timur. 

Meskipun hasil pantauan hotspot nihil, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan, menyampaikan, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK – Manggala Agni selalu siap melakukan pengendalian karhutla, baik pencegahan maupun pemadaman. "Setiap hari, Manggala Agni melakukan patroli, dan pemantauan cuaca serta hotspot. Hotspot yang terpantau segera dilakukan groundchek ke lapangan untuk mengecek apakah pada lokasi hotspot atau titik panas terjadi titik api,” tuturnya.

Upaya pemantauan cuaca, sebagaimana dijelaskan Raffles, dilakukan melalui perangkat AWS (Automatic Weather Stations), sedangkan patroli mandiri dilakukan pada areal rawan karhutla, dengan menyertakan agenda sosialisasi kepada masyarakat, tentang pencegahan karhutla. 

Khusus Provinsi Kalimantan Barat, telah dilaksanakan patroli terpadu pencegahan karhutla yang melibatkan TNI, POLRI, MPA, dan masyarakat sejak awal Maret lalu. "Prediksi cuaca di wilayah Kalimantan Barat yang akan mengalami musim kering lebih awal pada bulan April ditindaklanjuti dengan pelaksanaan patroli terpadu lebih awal juga di provinsi ini", lanjut Raffles.

Selain itu, koordinasi di pusat juga terus dilakukan oleh KLHK. Sebagaimana dilakukan Kepala Sub Direktorat Penanggulangan Karhutla, Untung Suprapto, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor BNPB (13/3/2018). Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama BPBD, Dody Ruswandi ini, dibahas mengenai rencana penanganan darurat bencana asap tahun 2018 pada enam provinsi rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pada saat yang sama, di Jambi juga dilakukan bimbingan teknis Fasilitator kepada Manggala Agni di Daops lingkup Jambi. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk membekali Manggala Agni tentang teknik bagaimana melakukan pendekatan dan pendampingan kepada masyarakat, salah satu nya pada pelaksanaan patroli terpadu nanti. 

Sementara di wilayah Dumai, meskipun tidak terpantau hostpot, masih dilakukan pemadaman sisa di wilayah Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur dan juga di Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat. Pemadaman sisa (mopping up) ini bertujuan untuk menuntaskan pemadaman yang dilakukan agar tidak ada sisa-sisa bara api yang memicu munculnya api baru. 

Begitu pula halnya di Kabupaten Kutai Timur, masih dilakukan pemadaman oleh Manggala Agni Daops Sangkima Kutai, pada lokasi terpantaunya satu hotspot tadi malam (12/03/2018) berdasarkan satelit TERRA-AQUA (NASA), yang diketahui merupakan lahan terbakar pada areal kebun sawit seluas ± 1,3 ha.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330