Masyarakat Peduli Api (MPA), Pencegah Karhutla di Tingkat Tapak

  17 MAR 2018

SIARAN PERS
Nomor : SP. 145 /HUMAS/PP/HMS.3/03/2018


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 17 Maret 2018. 
Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi mitra Brigade Pengendalian Karhutla KLHK- Manggala Agni dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat tapak. Kapasitas MPA terus diperkuat secara kualitas dan kuantitas. MPA dibentuk dan dilatih sehingga memiliki kemampuan dasar dalam pencegahan atau pemadaman dini. 

Sebagaimana arahan Menteri LHK, Siti Nurbaya beberapa waktu lalu, bahwa penanganan karhutla di Indonesia tahun 2018 dihadapkan pada banyak tantangan. Peran pihak harus ditingkatkan dengan bekerja bersama-sama mengoptimalkan upaya pencegahan karhutla termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat. 

Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, dibentuklah MPA di wilayah-wilayah rawan karhutla. Terakhir, KLHK membentuk MPA di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Kota Waringin Timur. Di Palangkaraya, pembentukan MPA dilaksanakan pada dua lokasi, di Kecamatan Pahandut dengan melibatkan masyarakat di dua desa, yaitu Kelurahan Tanjung Pinang dan Kelurahan Panarung dan Kecamatan Sebangau dengan melibatkan masyarakat Kelurahan Kameloh dan Kelurahan Danau Tundai. 

MPA juga dibentuk di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur tepatnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan melibatkan masyarakat Desa Eka Bahurui dan Desa Bangkuwang Makmur sejumlah 30 orang. Pembentukan MPA dilaksanakan selama dua hari, 14 – 15 Maret 2018 dengan pemberian materi pengendalian karhutla dan juga pengenalan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, MPA sebagai mitra Manggala Agni turut dilibatkan. Kegiatan patroli terpadu ataupun pemadaman, MPA berperan serta bersama-sama dengan Manggala Agni dan unsur pemerintah lainnya. 

“MPA dibentuk di desa-desa rawan kebakaran, dengan tujuan apabila terjadi kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka dapat segera dilakukan pemadaman secara dini menggunakan peralatan manual agar api tidak meluas", tambah Raffles. 

Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi rawan yang menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan pengendalian karhutla. Pencegahan dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya memperkuat kapasitas masyarakat setempat dalam wadah Masyarakat Peduli Api. Masyarakat diberi keterampilan mencegah atau atau pun memadamkan api. Mereka juga dibekali peralatan tangan yang dapat digunakan dalam penanggulangan kebakaran ini. 

Sementara hingga tadi malam (16/03/2018), Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, berdasarkan satelit NOAA-19 dan satelit TERRA-AQUA (NASA), terpantau nol hotspot.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330