Antisipasi Karhutla, Riau Perpanjang Status Siaga

  28 MAY 2018

Nomor : SP. 282/HUMAS/PP/HMS.3/05/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 28 Mei 2018. Provinsi Riau menetapkan perpanjangan masa Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) hingga 30 November 2018 mendatang. Penetapan ini merupakan hasil keputusan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan di Pekanbaru (28/05/2018). Selanjutnya perpanjangan status siaga darurat ini akan ditetapkan melalui SK Gubernur Riau.

Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla mulai tanggal 19 Februari sampai dengan 31 Mei 2018. Mempertimbangkan kondisi cuaca di Riau dimana bulan Juni hingga Agustus merupakan puncak musim kemarau, maka Pemerintah Provinsi Riau menetapkan perpanjangan masa status siaga darurat tersebut.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menuturkan bahwa Provinsi Riau adalah salah satu provinsi yang sangat rawan terjadi karhutla. Pemerintah baik pusat maupun daerah siaga menjaga wilayah Riau dari ancaman karhutla.

“Penetapan Status Siaga Darurat merupakan langkah penting untuk mengedepankan aspek pencegahan dalam menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Manggala Agni terus meningkatkan kesiapsiagaaan dalam pengendalian karhutla bersinergi dengan para pihak di tingkat tapak”, tambah Raffles.

Hingga saat ini, sudah enam kabupaten/kota lingkup Provinsi Riau yang menetapkan Status Siaga Karhutla, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. Dalam rangka kesiapsiagaan penanganan karhutla, Satgas Karhutla Provinsi Riau telah mengusulkan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam menanggulangi karhutla pada puncak musim kemarau nanti.

Rapat Koordinasi dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, dan dihadiri oleh seluruh anggota Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau, Wakil Ketua DPRD Riau, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Riau, Manggala Agni Daops Pekanbaru, serta perwakilan Perusahaan pemegang ijin bidang kehutanan dan perkebunan.

Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, untuk wilayah Riau hingga tanggal 27 Mei 2018 terpantau 81 hotspot berdasarkan satelit NOAA dan 132 hotspot berdasarkan satelit TERRA AQUA Confidence level ? 80%. Sementara luas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau sampai dengan April 2018 terhitung seluas 4.399,55 ha pada lahan gambut dan juga mineral.

Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Minggu, (27/05/2018) pukul 20.00 WIB, terpantau satu hotspot berdasarkan satelit NOAA-19 di Provinsi Aceh, sedangkan berdasarkan Satelit TERRA-AQUA (NASA) tidak terpantau adanya hotspot.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330