KLHK Ajak Warganet Wujudkan Indonesia Lestari

  01 JUN 2018

Nomor : SP.288/HUMAS/PP/HMS.3/06/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 1 Juni 2018. Mayoritas masyarakat pada saat ini telah memiliki akses untuk mendapatkan informasi melalui media sosial. KLHK melihat hal tersebut sebagai peluang untuk mengajak masyarakat Indonesia turut berpartisipasi membangun Indonesia yang lestari. 

Menteri LHK, Siti Nurbaya pada kesempatan dialog Green Ramadhan (31/5/2018) dengan Sub Tema Media Sosial untuk Indonesia Hijau di Jakarta bersama warganet yang hadir, mengungkapkan tiga macam pastisipasi yang dapat dilakukan oleh warganet. Pertama adalah menggali dan mengumpulkan informasi dan dan menyeimbangkan pertanyaan-pertanyaan politis dari sumber yang sangat beragam. “Jadi kita paham bahwa media sosial ini sumbernya juga sangat beragam”, ujar Menteri Siti.

Kedua adalah partisipasi warganet dalam bentuk menyampaikan informasi yang benar serta menjelaskannya kepada masyarakat yang lain. “Media sosial ini bisa menolong sebagai partisipasi warga untuk menjelaskan apa yang sesungguhnya dilakukan oleh pemerintah”, jelas Menteri Siti.

Ketiga adalah warganet dapat melakukan usaha aktif untuk mempengaruhi kebijakan publik ataupun keputusan yang dibuat pemerintah. Masyarakat dalam hal ini dilihat sebagai warga negara yang memahami kewajibannya sebagai anggota dari suatu negara. mereka kemudian didorong untuk terlibat bersama-sama dengan negara untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dengan merespon kebijakan publik yang sedang dibuat. Dengan hal tersebut, mereka akan medapatkan kebanggaan sebagai warga negara.

Lebih lanjut, menteri Siti menjelaskan langkah-langkah untuk menjalankan demokrasi secara umum di media sosial. Setiap orang dapat mengekspresikan pendapat atau ide secara terbuka, serta kirtis terhadap gagasan dari pihak lain. Kemudian argumentasi yang disampaikan berdasarkan pada data atau pokok ajaran yang memang seharusnya mengemuka dan dapat dipercaya. 

“Jadi sekarang media sosial itu akan mengatasi ruang dan waktu dimana publik misalnya sedang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dan sebagainya. Oleh karena itu mari kita manfaatkan sebaik-baiknya”, ajak Menteri Siti.

Menteri siti juga mengajak warganet untuk memanfaatkan interaksi dengan teman yang ada, dengan sebuah prospek positif di masa depan. Membuat jejaring dengan orang-orang hebat yang akan membantu kita dalam menyampaikan informasi pembangunan nasional. Media sosial bukan hanya sekedar tren, tetapi merupakan sebuah kekuatan jika dimaksimalkan dengan baik.

Media sosial dan strateginya menjadi instrumen yang sangat penting bagi KLHK. Banyak persoalan pembangunan terutama bidang lingkungan dan kehutanan yang dapat disampaikan kepada publik. Oleh karena itu, KLHK melakukan sosialisasi program-programnya salah satunya melalui media sosial.

Dalam pencapaian pembangunan nasonal, KLHK telah melakukan langkah-langkah korektif berbagai kebijakan. Hasil korektif tersebut, ada yang telah berhasil dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Misalnya kebijakan penanganan kebakaran hutan dan lahan, penanganan kawasan gambut, penataan dan pengawasan perizinan termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). 

Langkah korektif lainnya adalah terkait kebijakan alokasi tata manfaat dan penggunaan hutan. Program Perhutanan Sosial telah memberikan akses kelola kawasan hutan kepada masyarakat yang saat ini sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) juga sudah disiapkan untuk disertifikatkan. 

KLHK juga melakukan koreksi di dalam pemanfaatan dan kolaborasi area konservasi. Sekarang Taman Nasional dengan aturan tertentu, lebih dapat diakses untuk kegiatan pembangunan nasional seperti kebutuhan energi dari geothermal, maupun untuk pariwisata.

Kemudian penegakan hukum bidang lingkungan hidup dan kehutanan, pengelolaan sampah dengan melibatkan peran aktif masyarakat, penanganan lahan kritis dan gerakan tanam pohon serta konfigurasi bisnis korporat dengan bisnis rakyat.

“Banyak sekali hal-hal yang positif yang sudah bisa disampaikan”, tutup Menteri Siti.

Hadir juga sebagai narasumber, dalam  kegiatan ini, Iwan Setyawan (Praktisi Mesia Sosial), Kol Pnb Agung Sasongkojati (Supervisor Medsos TNI AU), Mariana Sumanti Analis Media Sosial UI, Harley Sastha (Pegiat Alam Bebas, Vlogger), Bayu Mardana (Pendaki Zaman Now).(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330