Pasca Letusan, Jalur Wisata TN Gunung Merapi Ditutup

  02 JUN 2018

Nomor : SP. 294/HUMAS/PP/HMS.3/06/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 2 Juni 2018. Obyek Wisata Alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali ditutup, setelah sebelumnya sempat dibuka pada tanggal 31 Mei lalu. Hal ini untuk mengantisipasi dampak dari letusan Gunung Merapi pada 1 Juni pukul 08.20 WIB lalu.

Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati, menerangkan, jalur yang ditutup meliputi Jurang Jero, Tlogo Muncar, Tlogo Nirmolo, Kalikuning Park, Pluyon, Deles dan Jalur Pendakian Selo dan Sapuangin.

Ammy juga menginformasikan, pasca letusan, terdapat 2 titik api di Dusun Stabelan Desa Tlogolele Kecamatan Selo, dan 3 titik api di di Kecamatan Cangkringan.

"Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan koordinasi dengan relawan, titik api ini mengindikasikan adanya vegetasi yang terbakar, akibat material jatuhan (balistik)", lanjutnya. Sampai dengan pukul 13.00 WIB kemarin (01/06), Ammy memastikan lokasi titik api tersebut sudah padam karena tidak lagi terlihat mengeluarkan asap.

Sementara, pihaknya belum dapat memperkirakan kerugian ekologis yang diakibatkan kebakaran tersebut, mengingat lokasi berada di radius kurang dari 3 km, yang direkomendasikan untuk steril dari aktivitas manusia.

"Terkait pergerakan satwa, sampai saat ini tidak ada pantauan yang mengindikasikan satwa turun, sehingga dapat dinyatakan masih normal", ujar Ammy.

Meskipun demikian, Balai TNGM tetap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan kondisi pasca letusan, dan mengimbau semua pihak untuk tetap waspada. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center Balai TNGM di nomor 081327691368.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330