Manggala Agni Tetap Aktif Cegah Karhutla Saat Libur Hari Raya

  11 JUN 2018

SIARAN PERS
Nomor : SP. 314 /HUMAS/PP/HMS.3/06/2018


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 11 Juni 2018. Pemantauan titik api/hotspot dan kegiatan patroli terus dilakukan sepanjang libur lebaran. Di saat masyarakat pada umumnya telah memasuki masa libur, Manggala Agni tetap berkomitmen melaksanakan tugas. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun ikut bekerja mengarahkan dan memonitor kegiatan di lapangan.

Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) KLHK baik yang berada di pusat maupun di 33 daerah operasional (daops) Manggala Agni di daerah tetap aktif. Brigade Pengendalian Karhutla KLHK, Manggala Agni tetap waspada dan lakukan terus lakukan upaya-upaya pencegahan di lapangan. 

Sebagaimana yang disampaikan Direktur Pengendalian Karhutla, KLHK, Raffles B. Panjaitan, bahwa Pemerintah telah menetapkan cuti bersama selama tujuh hari kerja, tanggal 11 – 20 Juni 2018 bagi Aparatur Sipil Negara dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Hal tersebut tidak berarti bahwa Manggala Agni juga menghentikan operasionalnya, baik di lapangan maupun Posko Pusat Pengendalian Karhutla yang berada di gedung KLHK, Manggala Wanabakti.

“Petugas Posko yang telah ditetapkan untuk piket akan tetap bekerja selama masa liburan. Aktivitas posko akan terus berjalan melakukan pemantauan titik panas (hotspot), monitoring kondisi cuaca, ISPU, kabut asap, intensitas curah hujan, serta memantau terus aktivitas laporan Manggala Agni di lapangan”, tandas Raffles. 

Terlebih bulan Juni ini merupakan mulainya musim kemarau, dimana pada musim kemarau potensi karhutla dapat meningkat terutama di wilayah-wilayah rawan. Kesiapsiagaan personil Manggala Agni terus ditiingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Setiap kejadian karhutla di lapangan segera direspon oleh Manggala Agni untuk dilakukan pemadaman. Masa lebaran ini juga dapat dimanfaatkan untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta koordinasi dan sinergi dengan para pihak. 

Hasil pantauan hostpot dari Posko Pusat Pengendalian Karhutla KLHK akan segera ditindaklanjuti dengan dilakukan pengecekan lapangan (groundchek) untuk memastikan terjadinya kebakaran atau tidak. Patroli di daerah-daerah rawan juga terus dilaksanakan. Upaya-upaya ini dilakukan untuk terus menekan terjadinya potensi kebakaran yang luas dan berdampak asap. 

Sementara itu, Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Hari Minggu, pukul 20.00 WIB (10/06/2018), berdasarkan pantauan satelit NOAA terpantau dua titik, masing-masing satu titik di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau delapan hotspot, lima titik di Lampung dan tiga titik di Jawa Timur.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330