Mudik Asyik Tanpa Sampah Plastik

  13 JUN 2018

Nomor : SP.317/HUMAS/PP/HMS.3/06/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 13 Juni 2018.
Menteri LHK, Siti Nurbaya melakukan peninjauan ke beberapa rest area jalan tol Jakarta-Cikampek untuk melihat pengelolaan sampah yang ditimbulkan oleh para pemudik. Peninjauan ini termasuk dalam pelaksanaan Kampanye Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema ‘Kendalikan Sampah Plastik’.

Libur lebaran dan arus mudik selalu menyebabkan meningkatnya jumlah timbulan sampah di sejumlah lokasi fasilitas umum (SPBU, rumah makan, dan rest area) di sepanjang jalur mudik. Oleh karena itu, Pemerintah perlu mendorong dan melaksanakan mudik tanpa sampah sebagai salah satu wujud pelibatan masyarakat dalam pengurangan sampah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Dalam pantauannya di Rest Area Km 19, Menteri Siti melihat bahwa kondisi di rest area tersebut cukup bersih. Hal ini dikarenakan beberapa petugas kebersihan telah disiagakan oleh pengelola untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan oleh pemudik.

Beberapa rest area yang dikunjungi oleh Menteri Siti antara lain Rest Area KM 19, Pintu Tol Utama Cikarang, Rest Area KM 39 dan Rest Area KM 57.

Diakui bahwa perpanjangan hari libur mempengaruhi tingkat volume kendaraan yang melintasi jalur tol Cikampek. Dalam kunjungan kerja ini, Menteri Siti memberikan apresiasi kepada seluruh institusi yang terlibat dalam kelancaran arus mudik 2018 ini. 

"Saya berterima kasih kepada Kepolisian Metro Bekasi, Jasa Marga, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah yang membantu lancarnya arus mudik tahun 2018 ini", ucap Menteri Siti.

Dari pantauan dilapangan diketahui bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/ Kota Bekasi, dan pihak Jasa Marga mengerahkan petugas kebersihan di sepanjang jalur ini. Tim kebersihan ini dibagi perkelompok, dimana tiap kelompok terdiri dari 6-20 orang yang ditempatkan di sepanjang jalur tol dan area peristirahatan. 

Dirinya menyampaikan, walaupun di area peristirahatan cukup bersih, namun di tepi jalan tol masih banyak terdapat sampah-sampah sisa makanan dan kemasan air minum.

"Perlu ada kampanye di ruang publik juga, untuk mengingatkan masyarakat pentingnya mengurangi sampah plastik." Ujar Menteri Siti, ia juga menyampaikan agar kedepan dirinya perlu secara reguler juga mengunjungi pasar-pasar tradisional, untuk sosialisasi.

Selain itu, dalam kunjungannya, Menteri Siti juga mengingatkan para pengelola area peristirahatan juga perlu memperbaiki instalasi air kotor atau air limbahnya.

"Tahun depan saya akan minta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk memasukkan parameter pengendalian sampah, ditempat-tempat tertentu, nanti datanya akan diambil KLHL dan akan dianalisis bersama, hal ini tidak bisa hanya di satu spot saja, tapi mungkin akan kita lakukan sampe surabaya.", imbuh Menteri Siti.

Pentingnya kesadaran masyaralat dan tekanan pada produsen untuk mengambil limbah kemasannya secara simultan, inilah yang memungkinkan pengurangan sampah plastik ini berkurang. Menteri Siti merasa optimis bahwa kedepan bukan hanya buat law enforcement saja, tapi dinamika masyarakat yang semakin mendukung berkurangnya penggunaan plastik ini, akan membuat perubahan perilaku ini berhasil.

Dalam melaksanakan mudik tanpa sampah, KLHK bekerja sama dengan berbagai pihak terkait telah menghimbau dan mengajak masyarakat, khususnya para pemudik, untuk menerapkan mudik tanpa sampah dengan cara memakai peralatan makan dan minum yang dapat dipakai ulang, dan menghindari pemakaian wadah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, juga membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman berkemasan plastik.

Melalui media sosial, KLHK bekerja sama dengan PT. Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia telah menyebarluaskan bahan kampanye dan edukasi publik berupa konten digital mudik tanpa sampah. Selain itu, KLHK juga melakukan coaching clinic mudik tanpa sampah kepada para pemudik yang tergabung dalam program mudik gratis yang dilaksanakan oleh beberapa pihak.

KLHK telah menerbitkan Surat Edaran kepada para Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah dengan melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik, menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan sampah di lapangan.

Pemerintah melalui KLHK akan melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan mudik tanpa sampah melalui peninjauan langsung kondisi kebersihan di pintu tol, rest area, SPBU, rumah makan, dan fasilitas publik lainnya di beberapa jalur mudik utama bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Pada peninjauan kali ini, Menteri Siti didampingi oleh Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Djati Witjaksono Hadi.

KLHK mengajak seluruh komponen masyarakat seperti para pemudik, operator angkutan, pengelola jalan tol, pengelola program mudik bareng gratis, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama melaksanakan mudik tanpa sampah, terutama sampah plastik, melalui tagline ‘mudik asyik tanpa sampah plastik’.

Pesan Menteri Siti kepada pengelola jalan tol dan aparat terkait adalah perlunya peningkatan sosialisasi dan pemantauan sampah pada arus balik yang akan datang serta akan dilakukan evaluasi setelah Hari Raya Idul Fitri.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330