Pentingnya Kerjasama Negara ASEAN dalam Penurunan Emisi GRK

  12 JUL 2018

Nomor : SP. 362/HUMAS/PP/HMS.3/07/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 12 Juli 2018. Indonesia tegaskan kembali pentingnya dukungan negara anggota ASEAN (ASEAN Member States/AMS), dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), dari sektor kehutanan atau Land Use Land Use Changes of Forest (LULUCF), sebesar 1.65 Gt carbon per tahun. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Dr. Agus Justianto, pada The 19th International Seminar on Current International Issues Affecting Forestry dan Forest Product di Nay Pyi Taw, Myanmar (11/7) waktu setempat. 

“Berdasarkan proses implementasi National Determined Contribution (NDC), AMS dapat mengerjakan hal-hal besar jika bekerja bersama, dalam rangka mempengaruhi kebijakan di level internasional,” tutur Agus Justianto.

Mengingat 75% dari 17% emisi global merupakan kontribusi dari negara-negara berkembang, menurut Justianto, AMS dapat mengurangi emisi 5,48% dari total emisi target NDC, yang dinyatakan pada Paris Agreement. 

"Walaupun tahapan implementasi REDD+ berbeda antar negara, namun implementasi REDD+ penting untuk memenuhi target NDC, di bawah kerangka Paris Agreement", lanjutnya. 

Sebagai ASEAN Senior Officer on Forestry (ASOF) Leader dari Indonesia, Justianto menyampaikan, sektor kehutanan berkontribusi 17,2% untuk mencapai 29% target NDC Indonesia. "Hal ini didukung strategi menjaga angka deforestasi sebesar 0,45 juta hektar pertahun, hingga tahun 2020, dan 0,35 juta hektar per tahun, dari tahun 2021-2030.

Dijelaskan Justianto, prinsip Manajemen Hutan Lestari, rehabilitasi 12 juta hektar lahan terdegradasi (atau 800.000 hektar per tahun dengan angka keberhasilan 90%), dan restorasi 2 juta hektar lahan gambut, hingga tahun 2030 dengan angka keberhasilan 90%, juga menjadi strategi lain pengurangan emisi GRK ini. 

Seminar ini dibuka oleh H.E. U Ohn Winn, Menteri Sumber Daya Alam dan Konservasi Lingkungan Myanmar, dengan menghadirkan nasrasumber dari CIFOR, FAO, ICRAF, RECOFTC. Dalam kesempatan ini, Indonesia dan beberapa negara lainnya, berbagi pengalaman terkait kontribusi sektor kehutanan bagi implementasi NDC.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330