Badan Litbang dan Inovasi KLHK Siap Dukung Prioritas Nasional

  13 SEP 2018

Nomor: SP. 512/HUMAS/PP/HMS.3/09/2018

Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 13 September 2018. Sebagai unit kerja yang bergerak dalam penelitian, pengembangan (litbang), dan inovasi bidang LHK, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK hadirkan berbagai inovasi bagi internal KLHK serta masyarakat luas. Hal ini dipertegas kembali dalam penyusunan rancangan kegiatan BLI KLHK tahun 2019, saat Rapat Koordinasi Perencanaan (Rakoren) Lingkup BLI Tahun 2018.

"Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, BLI mendukung Prioritas Nasional 3, yaitu Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi melalui Pertanian, Industri dan Jasa Produktif," tutur Sekretaris BLI, Sylvana Ratina, saat menghadiri Rakoren di Bogor (12-13/09).

Ditambahkannya, BLI juga mendukung percepatan pengembangan tujuh kawasan pariwisata, dan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, melalui penerapan IPTEK pengembangan ekowisata kawasan hutan Aek Nauli, Danau Toba.

Sebelumnya, Sylvana juga menyampaikan keberhasilan pencapaian kinerja BLI selama tahun 2015-2018, yang telah mencapai kemajuan sebesar 80% dalam lima bidang utama litbang, yaitu tematik unggulan daerah, sosial ekonomi kebijakan perubahan iklim, peningkatan nilai tambah hasil hutan, pengelolaan hutan, serta kualitas dan laboratorium lingkungan.

"Memenuhi target Rencana Kerja (Renja) 2018, hingga bulan September ini, telah tercapai kurang lebih sebesar 62,97%. Realisasi dan target untuk bahan sintesa telah tercapai, dan sebanyak 30 KHDTK telah terkelola sesuai dengan anggaran yang tersedia," lanjutnya.

Sementara itu, untuk mendukung program Prioritas Nasional di tahun depan, BLI tengah menyiapkan 15 sintesa Rencana Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI), yang meliputi delapan tema besar pengembangan. Kedelapan tema tersebut terkait teknologi kayu, HHBK, jasa lingkungan, konservasi SDA, tata kelola kehutanan, integrasi pengelolaan DAS, kualitas lingkungan hidup, dan mitigasi perubahan iklim dan bencana alam.

Dalam Rakoren bertajuk 'Penguatan Perencanaan dan Penganggaran dalam Mendukung Capaian Target Renstra BLI 2015-2019' ini, turut hadir Ketua Dewan Riset BLI KLHK, Prof. Gustan Pari, yang menyampaikan hasil penelaahan terhadap konsep RPPI BLI KLHK.

"Konsep RPPI sudah baik, namun perlu penajaman arah dan orientasi RPPI, apakah berbasis lokus, komoditi, atau menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah di level nasional," ujarnya.

Beliau juga menyarankan agar hasil kegiatan litbang diarahkan kepada pemenuhan tantangan kehutanan, di level regional dan nasional, dengan produk sederhana dan tepat guna.

Dalam kesempatan ini, Gustan Pari juga menyampaikan apresiasinya kepada BLI atas beberapa jurnal penelitian BLI, yang berhasil masuk ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) S1-S6, berdasarkan aplikasi Science and Technology Index (Sinta) dari Kemenristekdikti.

Saat ini kebutuhan jurnal nasional terakreditasi adalah 8.084 jurnal, sementara yang tersedia baru 267 jurnal, sehingga masih kekurangan 7.817. Terkait hal ini, ia menganjurkan agar BLI senantiasa melakukan pembinaan kepada para peneliti, dan meningkatkan registrasi peneliti BLI di Sinta.

Sebanyak kurang lebih 200 peserta dari seluruh satuan kerja (satker) BLI KLHK hadir dalam Rakoren ini. Selain memaparkan kemajuan pelaksanaan kegiatan di tahun 2018, para satker juga memperoleh arahan dan pencerahan dari narasumber Kemenristekdikti, KemenPANRB, dan Biro Perencanaan KLHK.(*).

Penanggung jawab berita: 
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330