Dubes RI untuk Polandia Dukung Penuh Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim di Katowice, Polandia

  14 SEP 2018

Nomor: SP. 514/HUMAS/PP/HMS.3/09/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat 14 September 2018. Komitmen tinggi untuk menyukseskan keikutsertaan Indonesia dalam COP 24 UNFCCC di Polandia mendorong Peter Gontha, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Polandia datang ke KLHK untuk bertemu Jajaran KLHK.

Kedatangan Peter disambut oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Rhuanda Agung Sugardiman dan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) KLHK, Agus Justianto, Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Djati Witjaksono Hadi, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri KLHK, Machfudz dan Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Sri Tantri Arundhati.

"Saya inisiatif datang ke KLHK karena merasa mendapatkan tugas dari rakyat untuk membela merah putih," ujar Peter membuka pembicaraan.

Peter menegaskan bahwa misi Indonesia dalam gelaran COP 24 di Polandia tersebut harus sukses dan pesan yang ingin disampaikan oleh Indonesia kepada masyarakat dunia khususnya masyarakat Eropa terkait upaya pengendalian perubahan iklim harus mendapat perhatian dunia.

Untuk itu dia mensyaratkan agar KLHK dapat memberikan informasi yang detail terkait penyelenggara event tersebut terutama terkait dengan Paviliun Indonesia yang selalu ada di setiap Indonesia menghadiri COP.

"Nanti di COP 24 Polandia, saya ingin Paviliun Indonesia ramai dan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat Eropa, sehingga misi kita tersampaikan," sebut Peter.

Menteri LHK Siti Nurbaya telah menunjuk Kepala BLI sebagai Penanggung Jawab Penyelenggaraan Paviliun Indonesia dengan Kepala Biro Humas selaku Koordinator Tim Penyelenggara dan Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan selaku Koordinator Tim Materi.

Dalam persiapan mengikuti COP 24 Pemerintah melalui KLHK selaku National Focal Point for UNFCCC telah melaksanakan persiapan meliputi berbagai aspek baik substansi, administrasi, dan logistik. Persiapan substansi meliputi negosiasi maupun non-negosiasi, mengingat pencapaian kepentingan dan misi Indonesia diperlukan melalui jalur negosiasi maupun outreach-campaign dan networking termasuk melalui penyelenggaraan Paviliun Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kedatangan Bapak Dubes, kami merasa sangat terbantu sekali dengan semangat Pak Dubes untuk mensukseskan keikutsertaan Indonesia dalam COP 24 di Polandia ini," ujar Rhuanda.

Pihak KLHK akan memberikan informasi sedetail-detailnya kepada Kedubes Polandia dan Kedubes Indonesia lainnya di negara-negara Eropa terkait misi Indonesia di COP 24 dan khususnya terkait Paviliun Indonesia disana.

"Saya membutuhkan informasi terkait dimana letak paviliun, berapa banyak dan siapa yang rombongan yang ikut, space yg diperlukan, program serta topik apa yg akan disampaikan," tambah Peter.

Menanggapi keinginan Dubes, KLHK sendiri jelas Agus telah memiliki panduan pelaksanaan COP 24 dalam bentuk buletin untuk Delegasi Indonesia termasuk di dalamnya ada uraian tentang penyelenggaraan Paviliun Indonesia. 

Pertemuan COP24 UNFCCC merupakan rangkaian dari 3 (tiga) sesi perundingan UNFCCC yang diselenggarakan pada tahun 2018 berdasarkan Keputusan COP 23 UNFCCC pada 6-17 November 2018 di Bonn, Jerman, yakni: (1) Bonn Climate Change Conference/BCCC (SBI48, SBSTA48, APA1.5), Bonn, Jerman, 30 April – 10 Mei 2018; (2) Bangkok Climate Change Conference (SBI48.2, SBSTA48.2, APA1.6) sebagai Additional Negotiation Session, di Bangkok, Thailand, 4 – 9 September 2018; dan (3) Pertemuan Para Negara Pihak UNFCCC ke-24 (the twenty-fourth session of the Conference of the Parties/COP24/CMP14/CMA1.3 dan SBI49, SBSTA49) di Katowice, Polandia, 3-14 Desember 2018. 

Penanggung jawab berita: 
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330