Parlemen Norwegia Apresiasi Penanganan Karhutla di Indonesia

  24 SEP 2018

Nomor: SP.536/HUMAS/PP/HMS.3/09/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 24 September 2018. 
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu agenda kunjungan Parlemen Norwegia ke Indonesia. Keberhasilan penanganan karhutla selama kurun waktu dua tahun terakhir menjadi sebuah prestasi bagi Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 2015 menjadi momentum penting untuk menyusun strategi dan regulasi dalam pengendalian karhutla di Indonesia dengan mengedepankan pencegahan. 

Untuk menunjukkan upaya-upaya yang dilakukan, rombongan Parlemen Norwegia diajak mengunjungi Markas Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak di Kota Pontianak. (23/09/2018). Lima belas orang anggota Parlemen Norwegia yang didampingi Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia melihat langsung kondisi dan aktivitas di Daops Manggala Agni Pontianak. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menjelaskan informasi mengenai gambaran umum Brigade Pengendalian Karhutla, Manggala Agni di Indonesia khususnya Daops Pontianak yang meliputi sejarah singkat, aktifitas harian, jumlah personil, serta sarana dan prasarana. 

Rombongan Parlemen dan Kedubes Norwegia juga meninjau gudang peralatan pemadaman, demplot pengolahan lahan tanpa bakar, teknik tata kelola air gambut, penyaringan air gambut, bengkel cuka kayu serta pengolahannya yang berada di dalam area Markas Daops Manggala Agni Pontianak. 

“Sebagai upaya pencegahan karhutla, kami mengembangkan pola pembukaan atau pengolahan lahan tanpa bakar. Kami mencoba mengembangkan pengolahan limbah sisa pembersihan lahan yang berpotensi menjadi sumber bahan bakaran menjadi kompos dan cuka kayu. Kemudian diaplikasikan dalam budidaya tanaman pangan dan buah yang lebih produktif”, jelas Raffles. 

Raffles juga menjelaskan mengenai salah satu inovasi yang digunakan oleh Manggala Agni dalam penanganan karhutla di lahan gambut, yaitu alat yang disebut Nozzle Sambunesia. Alat ini memiliki tiga fungsi pembasahan, yaitu vertikal, horisontal, dan bawah tanah. Alat ini lebih efektif digunakan untuk pemadaman gambut jika dibandingkan nozzle biasa. 

Sebagai ilustrasi metode pemadaman yang dilakukan Manggala Agni, seluruh rombongan Parlemen Norwegia mengikuti simulasi pemadaman yang juga diikuti oleh unsur pimpinan KLHK. Dalam simulasi pemadaman ini, Manggala Agni memperagakan bagaimana pemadaman dilakukan oleh tim di lapangan seperti di tanah gambut dan tanah mineral. 

Dalam kunjungan tersebut, Acting Chair Standing Commite Parlemen Norwegia, Espen Bart menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Manggala Agni Daops Pontianak, khususnya dalam program pencegahan kebakaran hutan dan lahan, seperti pengolahan cuka kayu sebagai alternatif pembukaan lahan tanpa bakar. 

Mengakhiri kunjungannya, Rombongan Parlemen dan Kedubes Norwegia melakukan penanaman di area Markas Daops Manggala Agni Pontianak. Penanaman ini sebagai simbol kepedulian semua pihak dalam pelestarian lingkungan, khususnya dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(*)

Penanggung jawab berita: 
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 0819779333301