Menteri LHK Lepas Jenazah Pejabat KLHK Korban Kecelakaan Lion Air JT-610

  07 NOV 2018

Nomor: SP. 621/HUMAS/PP/HMS.3/11/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 7 November 2018. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, melepas jenazah Kasubdit Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ubaidillah Salabi (55), Rabu (7/11) di Manggala Wanabhakti, Jakarta, yang menjadi korban pesawat jatuh Lion Air JT-610. Acara pelepasan diawali penyerahan jenazah dari pihak Lion Air, yang diwakili oleh Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi, kepada Menteri LHK Siti Nurbaya, untuk kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

"Innalillahi wainna illaihi roji’un. Perkenankan saya atas nama pribadi dan keluarga besar KLHK menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas bencana yang telah menimpa keluarga kita, saudara kita, Ir. Ubaidillah Salabi," kata Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutannya di hadapan keluarga korban yang hadir.

Almarhum yang dikenal sebagai sosok yang santun, baik, dan menjadi panutan, kata Menteri Siti Nurbaya, termasuk salah satu pegawai terbaik KLHK, yang telah mulai mengabdikan diri sejak tahun 1993, dan mengawali karir sebagai Penyaji Data Pengukuran dan Perpetaan Hutan di Ambon.

"Dengan penghargaan setinggi-tingginya, dan ucapan terimakasih atas segala pengabdian almarhum. Saya, atas nama Kementerian dan seluruh keluarga besar KLHK, menyerahkan jenazah almarhum kepada keluarga, kepada Ibu Petti Novita. Sekali lagi, dengan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Percayalah, bahwa kami senantiasa bersama keluarga Ibu dan Putra Putri,” lanjut Menteri Siti seraya menitikkan air mata.

Diterangkan Menteri Siti, pada tanggal 29 Oktober 2018, almarhum mendapat tugas ke Pangkalpinang guna memenuhi undangan sebagai narasumber, pada kegiatan Fasilitasi Penyusunan Tata Hutan dan Rencana Pengelolaan Hutan KPHP Unit VII Kabupaten Bangka Tengah.

"Sebagai bentuk penghormatan kepada Aparatur Sipil Negara atau ASN yang meninggal dalam tugas, kepadanya kami berikan SK Kenaikan Pangkat Anumerta, hak pensiun, Taspen dan asuransi kematian," kata Menteri Siti Nurbaya.

Selain itu, pihak keluarga juga mendapatkan santunan kematian kerja, hingga bantuan beasiswa untuk anak-anaknya, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Bagi ASN. 

"Tentu saja tidak akan bisa mengobati rasa duka, namun kami harap dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kami keluarga besar KLHK memanjatkan do’a kehadirat Illahi, semoga Almarhum mendapat tempat yang layak, yang terindah disisi Allah SWT, serta mendapat rahmat ampunan atas segala dosa-dosanya," kata Menteri Siti Nurbaya.

Suasana dukapun begitu terasa saat Menteri Siti Nurbaya memeluk istri dan anak-anak korban. Almarhum meninggalkan satu istri dan empat anak. Dari Manggala Wanabhakti, jenazah akan diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, di kampung halamannya di Karang Anyar, Solo.

"Kami juga mendoakan keluarga yang ditinggal semoga senantiasa dilimpahi keteguhan iman serta kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," tutupnya.

Sementara itu, Brian Ilham Makarim, putra sulung almarhum, mewakili keluarga menyampaikan terimakasih dan permohonan maaf atas nama almarhum.

Jenazah almarhum Ubaidillah termasuk satu dari 17 korban yang berhasil diidentifikasi pada proses lanjutan yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pencocokan data postmortem dengan antemortem. Pada momen ini juga hadir jajaran pejabat, staff, dan karyawan KLHK. (*)

Penanggung jawab berita: 
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330