Tingkatkan Peran Mitra dalam Pembiayaan Konservasi Keanekaragaman Hayati

  03 JUL 2019

Nomor: SP. 240/HUMAS/PP/HMS.3/7/2019

Trondheim, Rabu 3 Juli 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Menteri LHK Siti Nurbaya hadir pada Roundtable Multi-Stakeholder Dialog: Ambition and Actions for the Global Biodiversity Framework, dalam rangkaian acara Pertemuan Tingkat Tinggi Keanekaragaman Hayati (High Level Meeting on Biodiversity) di Trondheim.

Dari pertemuan tersebut Menteri Siti menyampaikan bahwa keanekaragaman hayati merupakan sumber bahan makanan, bio-energi, sumberdaya air dan bahan obat-obatan, dan Pemerintah Indonesia sangat penting melindungi kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati pada lebih dari 500 kawasan konservasi dan memiliki 25 strategi rencana aksi perlindungan spesies.

Menteri Siti menyampaikan bahwa anggaran pemerintah Indonesia untuk keanekaragaman hayati dan konservasi terbatas, sehingga Indonesia memerlukan dukungan untuk mengisi kekurangan melalui kemitraan/partnership dgn NGO 
dan dunia usaha/ lembaga konservasi.

"Indonesia juga memperkuat regulasi, yakni penyiapan Peraturan Pemerinah Tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan yang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan" tambah Menteri Siti.

Pada Roundtable tersebut, Indonesia juga setuju dengan usulan untuk memperkuat/memperbaharui skema REDD+, agar nilai sumber daya alam dan upaya konservasi keanekaragaman hayati mendapatkan apresiasi nilai/harga yg lebih baik.

"Perlu disampaikan bahwa sebagai bagian komitmen politik, Indonesia telah meluncurkan Low Carbon Development Strategy pada Mei 2019 lalu, yang merupakan kegiatan dalam rangka pengendalian perubahan iklim secara luas," lanjutnya.

Pada akhir pertemuan, Menteri Siti Indonesia mengusulkan untuk meningkatkan peran bisnis dalam pendanaan biodiversity, yaitu melalui dana CSR dan dana penelitian dan pengembangan, sebagai langkah nyata, Indonesia akan memasukkan kriteria biodiversity ke program Proper.

Turut hadir pada Roundtable Multi-Stakeholder Dialog tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Laksmi Dhewanti. (*)


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330