Manggala Agni Pontianak Kenalkan Cuka Kayu untuk Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

  02 DEC 2019

Siaran Pers
Nomor: SP.479/HUMAS/PP/HMS.3/12/2019

Manggala Agni Pontianak Kenalkan Cuka Kayu untuk Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 2/12/2019.
Berbagai aksi ditingkat tapak untuk mendorong pencegahan karhutla terus diupayakan. Seperti yang dilakukan oleh Manggala Agni Daerah Operasi Pontianak yang telah mengembangkan inovasi cuka kayu atau dikenal juga sebagai asap cair.

Pengembangan produk cuka kayu diharapkan dapat mengurangi potensi pembakaran lahan. Melalui teknologi sederhana ini, limbah biomassa yang dihasilkan dari pembersihan lahan dapat dikelola dengan baik dan menghasilkan produk yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Pada 29/11/2019 Kapolda Kalimantan Barat beserta jajarannya serta Kapolres se-Kalimantan Barat berkesempatan mengunjungi dan menyaksikan secara langsung pembuatan cuka kayu dan demplot Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) Manggala Agni Daops Pontianak, di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan terobosan yang dikembangkan ini sangat baik dan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. 

“Selain itu juga dapat menjadi role model bagi daerah lain karena banyak manfaatnya dan yang pasti dapat mencegah kebakaran lahan,” ujar Kapolda. 

Saat menerima kunjungan, Kepala Manggala Agni Daops Pontianak, Sahat Irawan Manik menjelaskan manfaat yang sangat besar dari cuka kayu, terutama dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Selain pupuk, juga dapat digunakan sebagai pestisida, pengental karet, obat luka hingga sebagai bahan pengawet makanan.

Manggala Agni Daops Pontianak telah menguji coba dan melakukan sosialisasi inovasi cuka kayu ini kepada masyarakat sejak tahun 2017 lalu. Inovasi ini memanfaatkan sisa-sisa limbah dari aktivitas pembukaan lahan dan hanya menggunakan teknologi sederhana, namun menghasilkan produk yang multiguna.

Plt. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa kedepan upaya-upaya alternatif ekonomi masyarakat desa terus akan didorong dalam rangka pencegahan karhutla.

“Pembuatan cuka kayu ini merupakan salah satu alternatif usaha masyarakat desa dalam praktek pembukaan lahan di tingkat tapak yang bermanfaaat dan sekaligus dapat menekan potensi terjadinya karhutla”, tambah Raffles.

Selain Manggala Agni Daops Pontianak, praktek dan demplot pembuatan cuka kayu untuk mendukung pembukaan lahan tanpa bakar juga dikembangkan oleh Manggala Agni di daops lainnya, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. 

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK,
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330