Siaran Pers

Upaya Evakuasi Harimau sumatera di Muara Enim Sumatera Selatan Membuahkan Hasil

22 Januari 2020, dibaca 511 kali.

Nomor: SP.019/HUMAS/PP/HMS.3/1/2020

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 22 Januari 2020.
Tim Satgas Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar Provinsi Sumatera Selatan melakukan patroli intensif di wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada Selasa (21/01/2020). 

Patroli ini merupakan bentuk pemantauan rutin terhadap kamera jebak dan kotak perangkap yang telah dipasang oleh tim pada beberapa titik di lokasi tertentu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penanganan konflik harimau sumatera yang diduga telah keluar dari kawasan hutan lindung yang menjadi habitatnya, sehingga dilakukan penelusuran pergerakan harimau yang kemudian akan dievakuasi ke habitatnya kembali. 

Berdasarkan hasil patroli tersebut, diperoleh informasi bahwa pada pukul 07.30 WIB telah ditemukan sejumlah 1 (satu) individu harimau sumatera terperangkap dalam kota perangkap yang dipasang di Desa Pelakat. Sebelumnya, pada Desa Pelakat telah terpasang sejumlah 2 (dua) kotak perangkap yang pemasangannya mempertimbangkan konsentrasi jejak harimau sumatera terpantau pada wilayah tersebut. 

Merespon informasi terkini tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan, Genman S. Hasibuan, menggelar konferensi pers untuk menyampaikan penjelasan atas informasi tersebut. Gubernur Sumatera Selatan menghimbau kepada masyarakat dan semua pihak untuk tidak mengganggu kawasan hutan yang menjadi habitat harimau dan tidak memburu satwa yang menjadi mangsanya agar harimau tidak keluar dari habitatnya. 

Sampai dengan saat ini, individu harimau tersebut masih dalam proses identifikasi untuk memperoleh detail informasi individu. Harimau yang telah terperangkap tersebut akan dievakuasi ke pusat penyelamatan harimau di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Lampung untuk diperiksa kesehatannya dan dilakukan analisis terhadap fisik dan pola perilaku. Selanjutnya, lokasi pelepasliaran akan ditentukan setelah mempertimbangkan kajian habitat. 

"KLHK bersama dengan para pihak akan menjamin keselamatan baik harimau maupun manusia serta kelestarian alam di Sumatera Selatan khususnya pada sebaran habitat satwa", terang Genman Hasibuan.

Genman selaku Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam melakukan upaya penanganan konflik sejak 3 (tiga) bulan terakhir, sehingga harimau tersebut dapat segera dievakuasi.

Genman kemudian menghimbau kepada masyarakat, agar kawasan hutan yang menjadi habitat harimau sumatera tidak dilakukan aktivitas pemanfaatan atau alih fungsi lahan, karena wilayah tersebut merupakan daerah jelajah harimau sumatera.

Selanjutnya, Genman juga meminta agar masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta melapor secara aktif apabila menjumpai langsung atau tanda keberadaan harimau sumatera. Masyarakat Sumatera Selatan dapat melaporkannya melalui Call Center Balai KSDA Sumatera Selatan 0812-7141-2141.(*)

Penanggung jawab berita :
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK
Djati Witjaksono Hadi - 081977933330

Informasi selanjutnya:
Balai KSDA Sumatera Selatan 
Telp. 0711-410948