Pengaturan Peragaan Keliling Satwa Dilindungi Jenis Lumba-Lumba

  06 FEB 2020

Nomor : SP. 041/HUMAS/PP/HMS.3/02/2020

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 06 Februari 2020. KLHK bersama Lembaga Konservasi (LK) pemegang izin peragaan keliling satwa dilindungi Lumba-Lumba bersepakat bahwa kegiatan peragaan Lumba-Lumba di luar lingkungan LK dihentikan. Kesepakatan ini ditandatangani pada tanggal 12 Juli 2018. Bahwa pada saat itu masih terdapat dua LK yang belum habis izin peragaan kelilingnya yaitu PT. Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), dan PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI), dan berakhir pada tanggal 5 Februari 2020.

Kegiatan peragaan keliling yang diselenggarakan keduanya selama tahun 2018 hingga 2020, dalam proses pengangkutan dan pemelihaaran satwa tetap memperhatikan aspek kesejahteraan satwa. Hal tersebut mengacu pada ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor: P.9/IV-SET/2011 tentang Pedoman Etika dan Kesejahteraan Satwa di Lembaga Konservasi dan P.16/IV/SET/2014 tentang Pedoman Peragaan Lumba-Lumba. Bahwa selama kurun waktu tersebut KLHK telah melakukan evaluasi dan pemantauan agar kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan.

Terkait Surat Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Nomor: S.989/KKH/AJ/KSA.2/9/2018 tanggal 10 September 2018 perihal Peragaan Satwa Lumba-Lumba, disampaikan penjelasan sebagai berikut:
1. Yang dimaksud "izin peragaan Lumba-Lumba yang berakhir masa berlakunya dan tidak dapat diperpanjang kembali adalah izin peragaan Lumba-Lumba di luar LK atau peragaan Lumba-Lumba keliling.
2. Apabila peragaan Lumba-Lumba keliling dimaksud masih dilakukan setelah izin peragaan habis, maka hal tersebut melanggar ketentuan yang berlaku.
3. Perlu diketahui bahwa seluruh Lumba-Lumba yang sebelumnya dipergunakan keliling merupakan Lumba-Lumba koleksi LK yang memiliki izin yang sah. Lumba-Lumba tersebut ditempatkan dalam kolam fasilitas milik LK yang berizin.
4. Lumba-Lumba yang dipergunakan keliling sebelumnya tidak serta merta langsung dilepasliarkan dan menjadi bagian dari ketentuan dimaksud, karena secara hukum LK berizin diperbolehkan memiliki koleksi satwa Lumba-Lumba.

Apabila masih terdapat LK yang tidak memenuhi ketentuan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.22/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2019 tentang Lembaga Konservasi, pasal 84 menegaskan:
1. Dalam hal hasil evaluasi pelaksanaan atas pemenuhan kewajiban LK atau atas larangan dalam ditemukan ketidaksesuaian atau penyimpangan, diambil tindakan.
a. penghentian sementara pelayanan administrasi;
b. denda; dan
c. pencabutan izin LK.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330

Informasi lebih lanjut:
1. Kepala Sub Direktorat Pengawetan Jenis 
Sri Mulyani - 0857 7382 2379
2. Kepala Seksi Pengawetan Eksitu
Desy Satya Chandradewi - 0812 9542 679
3. Call Center Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati - 0813 1500 3113
4. Call Center BKSDA Jakarta - 0812 8964 3727
5. Call Center BKSDA Jawa Tengah - 0815 7695 494