TN Baluran, Africa Van Java di Ujung Pulau Jawa

  22 FEB 2020

Nomor : SP. 062/HUMAS/PP/HMS.3/2/2020

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 22 Februari 2020. Taman nasional adalah sebuah kawasan yang digunakan khusus untuk melindungi berbagai macam ekosistem flora dan fauna yang ada di dalamnya. Di Situbondo, Jawa Timur salah satu objek wisata unggulan adalah Taman Nasional Baluran yang mendapatkan julukan sebagai Africa van Java (Afrika di Pulau Jawa).

Kawasan TN Baluran seluas kurang lebih 25.000 ribu hektar ini pada dasarnya dimandatkan untuk perlindungan habitat dan populasi Banteng Jawa (Bos Javanicus) dan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Taman Nasioal yang memiliki tipe ekosistem dari Laut hingga Dataran Tinggi Gunung Baluran juga menjadi tempat hidup bagi 715 jenis flora, 28 jenis mamalia, 234 jenis burung, 358 jenis ikan. Secara administrasi TN Baluran masuk dalam wilayah Kabupaten Situbondo, tetapi jaraknya lebih dekat dengan Kabupaten Banyuwangi.

Jumlah pengunjung wisatawan dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan pada tahun 2019 yaitu mencapai 245.901 pengunjung atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pengunjung biasanya akan menikmati keindahan hamparan padang savana alam Baluran, populasi banteng dan rusa serta wisata pantai. Untuk itulah, TN Baluran menjadi salah satu destinasi unggulan wisata konservasi flora dan fauna di Indonesia.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong, saat menyambangi kawasan ini pada Kamis 20 Februari 2020, menyatakan bahwa Taman Nasional Baluran merupakan taman nasional yang unik dan karismatik dikarenakan karaketristik spesifik savana yang menyerupai Savana yang ada di wilayah Afrika dengan satwa spesifik dan endemik-nya. 

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Alue Dohong juga mengingatkan pentingnya kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi dengan masyarakat desa sekitar, karena tebukti mampu memberikan multiplier effect bagi kelestarian kawasan dan kemajuan ekonomi masyarakat sekitar. Selain menjadi sistem penyangga kehidupan, pusat pengawetan keanekaragaman hayati dan dimanfaatkan secara lestari, sebuah taman nasional menjadi bagian dari pertumbuhan Wilayah.

“Taman Nasional harus memberikan estetika dan keindahan alamnya; juga Memberikan jaminan masa depan bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik; Memberikan manfaat ekonomi; dan Pendorong ekonomi masyarakat selain kesempatan kerja dan bisa membangun ekonomi lokal dengan tetap menjaga manajemen konservasi dan fungsi-fungsinya”, ucapnya.

Sebagai salah satu dari 5 taman nasional tertua di Indonesia, banyak terobosan pengelolaan yang telah dilakukan oleh Balai Taman Nasional Baluran. Berbagai pengembangan ekowisata dalam bentuk diversifikasi program wisata, sistem pengelolaan pengunjung maupun sarana prasarana pendukung wisata. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya konkrit untuk memberikan kemanfaatan taman nasional bagi masyarakat sekitar dengan tetap mempertahankan kualitas ekologi kawasan.(*)

Penanggung jawab berita :
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK
Nunu Anugrah - 0812 8133 1247

Informasi lebih lanjut:
www.ppid.menlhk.go.id