Operasi Sapu Jerat Amankan 33 Ekor Satwa Liar Dilindungi di Gorontalo dan Sulut

  14 SEP 2020


Nomor: SP.379/HUMAS/PP/HMS.3/9/2020 


Dari 18 lokasi di Provinsi Gorontalo dan 1 lokasi di Bitung, Sulawesi Utara, Tim Operasi Sapu Jerat berhasil mengamankan 33 ekor satwa liar dilindungi, 8 September 2020. Operasi Sapu Jerat dilakukan Tim Gabungan Gakkum KLHK, BKSDA Sulawesi Utara, Polda Gorontalo, Sub-Denpom XIII/1-3 Denpom XIII/1 Gorontalo dan Mimoza TV Gorontalo.

Sustyo Iryono, Direktur Penegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK mengatakan bahwa sampai saat ini tim Operasi Gabungan masih menyisir lokasi perburuan dan penampungan tanaman dan satwa liar (TSL) dilindungi tersebut. 

"Operasi ini untuk menindak perburuan dan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa yang dilindungi karena melanggar Undang-Undang No 5 Tahun 1990. Kalau pelanggaran ini terus terjadi akan punah satwa liar kita, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Jadi kita harus melakukan penindakan tegas,” ujar
Sustyo menjelaskan.

Dari 18 lokasi berbeda, Tim berhasil mengamankan 33 ekor satwa dilindungi di Gorontalo dan di Bitung, yaitu:
• 7 ekor perkici dora (Trichoglossus ornatus):
• 4 ekor nuri kepala Hitam (Lorius lori);
• 2 ekor nuri kelam (Pseudeoss fuscata);
• 1 ekor nuri kalung Ungu (Eos squamata);
• 1 ekor kakatua koki (Cacatua galerita);
• 1 ekor betet kepala paruh besar (Tanygnathus megoloryncos);
• 5 ekor nuri ternate (Lorius garullus);
• 1 ekor perkici pelangi (Trichoglossus haematodus);
• 1 ekor kring-kring bukit (Prioniturus falvicans);
• 4 ekor srindit sulawesi (Loriculus stigmatus);
• 1 ekor nuri bayan (Electus roratus);
• 1 ekor kakatua putih (Cacatua alba);
• 3 ekor monyet (Macaca hecky);
• 1 ekor anoa datarn tinggi (Babulus quarlesi);
• 1 ekor yaki (Macaca nigra) di Bitung;
• 1 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Bitung.

Tim mengamankan satwa liar sitaan tersebut di kandang transit BKSDA Sulut, Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo dan sitaan Tim Operasi di Bitung dititipkan di Taman Margasatwa Tandurusa Bitung.

Satwa-satwa sitaan itu akan direhabilitasi dan dilepasliarkan ke habitatnya. “Satwa-satwa yang kami sita akan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya dengan melihat kondisi satwa itu. Apabila satwa itu berasal dari daerah lain akan dikarantina lebih dulu, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait di mana satwa itu berasal,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo, BKSDA Sulut, Syamsuddin Haju.

Upaya penyelamatan TSL dilindungi terbagi dalam dua operasi, yaitu di hulu dinamakan Operasi Sapu Jerat dan di hilir dinamakan Operasi Peredaran TSL. Operasi Sapu Jerat sasarannya para pemburu TSL di dalam kawasan hutan di 6 lokasi di Provinsi Sulawesi Utara dan 2 lokasi di Provinsi Gorontalo. Operasi Peredaran TSL – yang masih berlangsung sampai saat ini – menyasar pusat-pusat peredaran TSL di Sulut dan Gorontalo.

Operasi Peredaran TSL pada 8 September 2020 dilaksanakan di Pasar Sabtu Andalas, Kota Gorontalo dan dilanjutkan ke Desa Bubea, Desa Duano, Desa Lombango, Kabupaten Bone Bolango. Operasi berlanjut ke Kelurahan Bulotadas Timur, Kota Gorontalo dan ke Desa Luhu, Kabupaten Gorontalo, dan Desa Wanggarasi Tengah, Kabupaten Pohuwato plus daerah-daerah yang sudah diidentifikasi banyak beredar TSL ilegal.

Kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar dilindungi melanggar Pasal 21 jo Pasal 40 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

Berkaitan dengan perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi ini, Kepala BKSDA Sulut, Noel Layuk, pada 8 September 2020 di Manado mengatakan, kami terus mempelajari berbagai informasi terkait jaringan perdagangan satwa antarpulau dan ke luar negeri, termasuk menjaga kawasan konservasi sebagai habitat satwa-satwa. "Kami akan terus bekerja sama dengan Ditjen Gakkum untuk melindungi kekayaan sumberdaya hayati kita ini," tuturnya.(*)

__________________________
Jakarta, KLHK, 14 September 2020

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Burhanuddin - 08128251934

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK
Nunu Anugrah - 081281331247

Website:
www.menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id

Youtube:
Kementerian LHK

Facebook:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Instagram:
kementerianlhk

Twitter:
@kementerianlhk