PEMULUNG MILIKI PERAN PENTING DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

  17 NOV 2016

Nomor : SP. 126a /HUMAS/PP/HMS.3/11/2016


Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Kamis, 17 November 2016: Salah satu permasalahan yang terjadi di kota-kota di Indonesia adalah meningkatnya jumlah timbulan sampah yang diakibatkan dari pertumbuhan jumlah penduduk serta adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih suka kepada kepraktisan dan memilih barang-barang yang ekonomis. Hal ini berdampak pada jenis dan jumlah timbulan sampah semakin beragam dan sulit terurai di lingkungan, terbukti dengan semakin beragamnya jenis dan timbulan sampah plastik, mulai dari styrofoam, kantong plastik belanja, kemasan makan dan lain sebagainya. Profil timbulan sampah nasional menunjukkan 60% adalah sampah organik dan sampah plastik menduduki peringkat kedua 14%, sampah kertas 9% dan sisanya 17% adalah sampah lainnya (logam, karet, kain dan kaca).

Misalnya DKI Jakarta, yang menghasilkan sampah lebih dari 6.500 ton setiap harinya. Apabila sampah ini tidak dikelola, maka akan terjadi penumpukan sampah dimana-mana dan mengakibatkan pencemaran lingkungan serta secara estetika sangat tidak sedap dipandang mata, mengingat DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang tercinta ini.

Dalam pengelolaan sampah, tidak lepas dari peran aktif pemulung dalam mengumpulkan sampah–sampah yang dapat didaur ulang/dimanfaatkan kembali. Guna meningkatkan pengetahuan pemulung tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar dari aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dinas Kebersihan DKI Jakarta melakukan Pembinaan kepada 100 Pemulung DKI Jakarta dan Kota Bekasi pada Kamis, (17/11/2016) di Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Pada kegiatan pembinaaan ini disampaikan materi-materi yang sangat bermanfaat bagi para pemulung, terutama mengenai Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Pengelolaan Sampah bagi Pemulung, Pembentukan Bank Sampah di Komunitas Pemulung, Peran Serta Pemulung dalam Pengelolaan Sampah, dan Peluang Jaminan Kesehatan Pemulung oleh BPJS dan legalitas KTP untuk pemulung.

Pada acara pembinaan ini, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, R. Sudirman, juga menyerahkan sarana dan prasarana kepada seluruh pemulung peserta pembinaan yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan kesehariannya, diantaranya: Safety Boot, Alat Capit Sampah, Keranjang Sampah, Topi Pemulung, Gerobak Sampah, Sarung Tangan, dan Rompi.

Sudirman mengatakan bahwa, “timbulan komponen plastik sekitar 16,25% dari sampah DKI Jakarta, biasanya pemulung hanya mengambil sampah yang bernilai ekonomis salah satunya plastik. Dalam kegiatannya pemulung melakukan proses pemilahan sampah dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya di rumah-rumah sampai ke TPA, jika pemulung ini dibina dan diberi jaminan kesehatan yang baik, maka hasilnya akan luar biasa terhadap pengurangan sampah”.

Salah seorang pemulung di Daerah Pinang Ranti – Jakarta Timur, Iman, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Iman menyatakan bahwa “kami merasa diperhatikan dengan diberi pembinaan dan bantuan peralatan ini”. Iman mengaku setiap harinya dia memperoleh Rp. 30.000 – 50.000/hari dari hasil memulung. Dengan adanya pembinaan cara pengelolaan sampah dan pembentukan Bank Sampah untuk meningkatkan nilai ekonomis, diharapkan penghasilan pemulung ini juga akan semakin meningkat.

Sampah dalam jumlah banyak, apabila tidak ditangani dengan cepat, baik dan benar akan menyebabkan bau busuk dan pencemaran lingkungan, secara estetika akan mengganggu keindahan dan kenyamanan kota. Terlebih lagi pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat mengakibatkan bencana bagi masyarakat yang tinggal disekitar TPA. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam melakukan pengelolaan sampah nasional melalui upaya pengurangan sampah dari sumbernya melalui konsep 3R, peranan bank sampah, pusat daur ulang serta penanganan sampah dengan menggunakan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan penimbunan di TPA. (***)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Novrizal, HP: 0818432387