12 PILOT KLHK KANTONGI SURAT IZIN TERBANG

  12 APR 2017

Nomor : SP. 79/HUMAS/PP/HMS.3/04/2017

Pandeglang, Biro Humas Kementerian LHK, Rabu, 12 April 2017: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan kegiatan penyegaran dan uji terbang bagi pilot pesawat Microlight trike di lingkup Kementerian LHK. Kegiatan yang diikuti oleh 14 orang ini berlangsung pada tanggal 3-12 April 2017 di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kementerian LHK saat ini memiliki sarana angkutan udara berupa pesawat Microlight trike sebanyak 27 unit. Tersebar di 8 Taman Nasional (TN), 14 Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan Direktorat Inventarisasi Pemetaan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Jakarta.

Penggunaan Microlight trike ini bermanfaat dalam mendukung kegiatan pengelolaan hutan dan lingkungan. Antara lain untuk pengamanan hutan, patroli udara, serta pengawasan dan pengendalian kawasan hutan dan lingkungan (forest and environment surveilance). Microlight trike dapat digunakan juga dalam pemantauan hotspot, pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, pemetaan tata batas serta percepatan proses penetapan kawasan hutan. Kemudian untuk inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, survey udara untuk areal Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan potret udara untuk koreksi Informasi Geospasial Database. Selanjutnya berguna juga dalam Tanggap Cepat bencana alam, penebaran benih, serta pengendalian hama dan penyakit.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono saat pembukaan acara melalui sambutannya yang diwakili oleh Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan (Pusat KKL), Indra Eksploitasia. “Saya berharap seluruh jajaran Kementerian LHK yang mengelola pesawat terbang Microlight trike untuk dapat mengoptimalkan penggunaannya,” ujar Indra.

Tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas personil pilot yang berada di Kementerian LHK. Selain itu, juga untuk memenuhi persyaratan peraturan di bidang penerbangan yaitu adanya kelengkapan surat izin angkutan udara, sertifikat pengoperasian pesawat terbang, dan sertifikat kelaikan udara.

"Dalam regulasi penerbangan, seorang pilot juga harus punya SIM dan STNK yang jelas. SIM mereka ini namanya Sport Pilot License (SPL). Dan untuk pesawatnya harus punya STNK yang disebut Certificate OC 91," ungkap Indra. Kementerian LHK telah memiliki Surat Izin Kegiatan Angkatan Udara Bukan Niaga (SIKAU/BN). Saat ini sedang dalam proses Sertifikasi Pengoperasian (Operating Certificate / OC 91) oleh Kementerian Perhubungan.

Saat ini Kementerian LHK memiliki 12 pilot berlisensi SPL. Para pilot ini juga telah mengikuti kegiatan ground school dan ujian radio komunikasi penerbangan serta hukum penerbangan. Secara bertahap, Kementerian LHK terus melakukan pemenuhan kebutuhan pilot sesuai ketentuan dari target sebanyak 54 pilot.

Pada acara penutupan yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017, dilakukan uji terbang pilot dan penyematan wing terbang oleh Kepala Pusat KKL, Indra Eksploitasia kepada peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Saya harap setelah kembali bertugas di lingkungan masing-masing, dapat lebih meningkatkan kemampuan SDM dalam pengoperasian pesawat Microlight trike di lingkup Kementerian LHK,” kata Indra.

Kegiatan ini merupakan kerjasama tiga Eselon I Kementerian LHK yaitu Sekretariat Jenderal melalui Pusat KKL, Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) melalui Direktorat IPSDH dan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Panitia juga menggandeng Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) sebagai organisasi yang membawahi olahraga dirgantara di Indonesia.

Kedepan Kementerian LHK akan terus mengawal agar program ini bisa berkesinambungan. "Kami dan FASI terus menjalin kerjasama, dan melibatkan TNI AU untuk dapat bersinergi," pungkas Indra. (***)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Catatan: link video uji terbang : https://youtu.be/QUCM3mDh6Gs