PRESIDEN JOKOWI SERAHKAN IZIN PEMANFAATAN HKm TEBING SIRING, MODEL PENGEMBANGAN AGROFORESTRY

  08 MAY 2017

Nomor : SP.  99  /HUMAS/PP/HMS.3/05/2017

Tanah Laut – Kalimantan Selatan, Biro Humas Kementerian LHK, Minggu, 07 Mei 2017. Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyerahkan Surat Keputusan (SK) Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (HKm) kepada kelompok tani Ingin Maju Desa Tebing Siring, Kabupaten Tanah Laut dan Hak Pengelolaan Hutan Desa kepada Lembaga Desa Daya Kitab, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dari total 7 SK Perhutanan Sosial yang diserahkan hari ini Minggu (07/05/2017), 3 SK adalah HKm di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Marajai, serta 4 SK Hutan Desa di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.    

Kelompok Tani Ingin Maju (42 KK) dan Kelompok Tani Suka Maju (26 KK) di Desa Tebing Siring ini, memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan seluas 400 Ha. Melalui kegiatan agroforestry, Hkm Tebing Siring berhasil merubah padang alang-alang dengan tanaman, utamanya karet. Di sela tegakan karet ditanam padi ladang, kayu gaharu, pohon jengkol, tanaman kopi, cabai, kacang panjang, labu jagung, dan Kaliandra sebagai pakan lebah. Sementara di areal perbukitan ditanami beringin untuk menjaga sumber-sumber air.

Model yang dikembangkan adalah penanaman karet jenis unggul pada tahun pertama dan kedua dikombinasikan dengan padi ladang dan cabai. Selanjutnya pada tahun kedua dengan kacang panjang, dan sebagainya.  Hasilnya, saat ini dari padi ladang saja dapat mencapai 1,7-2,3 ton/Ha.

Dalam laporan di hadapan Presiden RI, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa program perhutanan sosial berfungsi mendorong dan menyiapkan pemerataan ekonomi bagi masyarakat. Dimana masyarakat memperoleh pendapatan, sekaligus tetap menjaga fungsi hutan, seperti yang terlihat pada landscape dan tatanan usaha produktif Tebing Siring ini. “Areal yang semula padang alang-alang dan selalu menjadi sumber kebakaran hutan dan lahan, saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain mantan pelaku penambang emas, yang hingga saat ini telah mencapai 68 KK,” tutur Siti.

Sampai saat ini, untuk Kabupaten Tanah Laut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan Penetapan Areal Kerja HKm seluas 8.860 Ha, yang akan dikelola oleh 76 kelompok terdiri dari 2.693 KK.

Di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, terdapat potensi perhutanan sosial yang telah ditetapkan dalam Peta Indikatif dan Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) seluas 327.250 Ha atau, 18 % dari luas kawasan hutan. Sampai dengan April 2017, telah diterbitkan Penetapan Areal Kerja Perhutanan Sosial seluas 55.908 Ha terdiri dari Hutan Desa (HD) seluas 11.465 Ha, Hutan Kemasyarakatan (HKm) 14.685 Ha dan pencadangan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas 29.758 Ha. Izin yang diterbitkan seluas 19.177 Ha, yang terdiri dari Hutan Kemasyarakatan (Hkm) seluas 3.280 Ha, Hutan Desa (HD) seluas  9.161 Ha, dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas  6.736 Ha.

Presiden Joko Widodo menekankan bahwa sekarang ini hak kelola lahan tidak lagi hanya diberikan kepada perusahaan. Masyarakat kecil pun juga akan mendapatkan hak yang sama. "Berpuluh-puluh tahun lahan-lahan kita diberikan kepada yang besar-besar. Ada yang dapat 300 ribu hektare dan 400 ribu hektare. Sekarang kita akan mau mulai konsesi atau hak kelola itu kita berikan kepada koperasi, desa, dan rakyat," ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa hak kelola tersebut agar betul-betul dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Ia tidak menginginkan adanya lahan yang tidak dimanfaatkan dengan baik atau bahkan diperjualbelikan setelah mendapatkan izin. “Izin yang sudah diberikan akan dievaluasi dan jika tidak dimanfaatkan akan saya cabut”, tegas Jokowi.

Diharapkan keberhasilan di Hutan Kemasyarakatan Tebing Siring ini dapat menjadi contoh dan pembelajaran dalam rangka penyelesaian persoalan alang-alang, kebakaran lahan dan hutan dengan melibatkan masyarakat dan pendampingan yang berkelanjutan berbasis agroforestry.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330