SAMBUTAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN RI PADA HARI PENANGGULANGAN DEGRADASI LAHAN SEDUNIA

  17 JUN 2017

Assalaamuaalaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,

Perkenankanlah kami mengajak Bapak, Ibu, dan para hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, terutama nikmat iman, nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan, sehingga pada hari ini kita dapat bertemu di tempat ini guna menunaikan salah satu tugas mulia kita, yaitu memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Sedunia atau World Day to Combat Desertification setiap tanggal 17 Juni.

Saudara-saudara sekalian

Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa degradasi lahan adalah salah satu proses degradasi lingkungan yang paling berbahaya di dunia. Pada tahun 1994, PBB mendeklarasikan 17 Juni sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Sedunia melalui sebuah resolusi (No. A/RES/49/115). Tanggal tersebut bertepatan dengan terbentuknya konvensi PBB tentang Penanggulangan Degradasi Lahan atau UNCCD (United Nations Convention to Combat Desertification) di Paris. Hal ini menunjukkan bahwa masalah degradasi lahan merupakan masalah global. 
Sebagai salah satu wujud keperdulian terhadap masalah degradasi lahan global, Indonesia meratifikasi UNCCD melalui Keputusan Presiden No. 135 tahun 1998.

Saudara-saudara sekalian

Begitu pentingnya isu degradasi lahan, Sidang Umum PBB yang ke 68 telah mendeklarasikan bahwa tahun 2015 ini sebagai Tahun Internasional mengenai Tanah (International Year of Soils 2015). Tujuan dari deklarasi Sidang Umum PBB dimaksud adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sipil (civil society) dan para pembuat keputusan (decision makers) secara penuh tentang peran tanah yang sangat fundamental untuk kehidupan manusia. Sehingga diperoleh pemahaman yang utuh dan pengakuan penuh tentang kontribusi utama tanah terhadap ketahanan pangan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, jasa lingkungan yang esensial, pengurangan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan.
Indonesia telah memberi sumbangan kepada bumi dan masyarakat dunia dengan terbitnya Undang Undang No. 37 tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air yang diundangkan pada tanggal 7 Oktober 2014 yang lalu.

Saudara-saudara sekalian

Pada saat ini tidak ada masalah yang lebih besar dari tanah, dari makanan yang kita makan, untuk pakaian yang kita kenakan dan rumah-rumah tempat kita tinggal, semuanya berasal dari sumber daya tanah. Peringatan hari Penanggulangan Degradasi Lahan ini merupakan upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya degradasi lahan. Upaya ini harus menjadi aksi bersama. Meskipun jauh sebelum dideklarasikan negara kita sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan peningkatan kesadaran, namun dirasakan belum cukup karena hasilnya masih belum dirasakan secara luas.

Saudara-saudara sekalian

Tema peringatan 17 Juni 2017 adalah: 
Melestarikan Tanah untuk Keberlanjutan Kehidupan
(Conserving Land for Sustainable Livelihoods)
dengan Slogan:
Tanah Kita, Rumah Kita, Masa Depan Kita
(Our Land, Our Home, Our Future)

Tema dan slogan tersebut diselaraskan dengan tekad Indonesia untuk memulihkan dan merehabilitasi lahan yang terdegradasi dan Slogan dari Sekretariat UNCCD.

Saudara-saudara sekalian

Fokus kepada lahan sangat penting karena lebih dari 99,7% kalori pangan berasal dari lahan. Dengan kompetisi pada lahan produktif yang meningkat akibat populasi penduduk meningkat, lahan untuk produksi pangan menjadi langka. Kita perlu memperbaiki lahan yang terdegradasi agar tetap bisa memproduksi pangan. Kelaparan menjadi lazim di negara berkembang dimana lahan sangat rentan terhadap kerusakan baik oleh alam maupun manusia. Pada umumnya masyarakat bertahan pada makanan lokal.

Data dari Sekretariat Konvensi PBB tentang Penanggulangan Degradasi Lahan menunjukkan bahwa degradasi lahan telah menyebabkan terjadinya kematian akibat kelaparan, yaitu sebanyak 16 orang setiap menit, termasuk 12 anak-anak, sehingga apabila saya berdiri di sini 10 menit maka telah ada 160 orang meninggal, 120 diantaranya adalah anak-anak. 
Pembangunan global ke depan memimpikan netralitas degradasi lahan sebagai sarana untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan. Mengurangi Kelaparan adalah salah satu tujuan dan memperbaiki tanah dan lahan terdegradasi merupakan salah satu prasyarat yang diusulkan di Goal 15 dari SDGs : melindungi, memperbaiki dan meningkatkan penggunaan ekosistem terrestrial yang berkelanjutan, hutan harus dikelola secara lestari, melawan penggurunan, menghentikan dan menanggulangi degradasi lahan sekaligus menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati. 

Perlu kami sampaikan bahwa untuk mencapai target Sustainable Development Goal (SDG), telah dicanangkan target keseimbangan antara degradasi dan rehabilitasi pada tahun 2030 (2030 Zero Net Land Degradation). Hal ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat berat. Namun tidak ada hasil tanpa usaha sehingga kita perlu mengerahkan segala daya upaya kita untuk menjaga kelestarian tanah. Dunia internasional akan melihat dan menilai keseriusan dan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi degradasi lahan. 

Saudara-saudara sekalian

Sampai saat ini, di Indonesia masih terdapat sekitar 24,3 juta hektar lahan kritis (lahan tergradasi) masih perlu direhabilitasi. Hingga saat ini, Kementerian LHK terus berupaya untuk mengurangi lahan kritis tersebut melalui pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan, pembuatan bangunan konservasi tanah, pembangunan persemaian permanen dan lain-lain. Di samping itu, dianjurkan untuk melakukan penanaman pohon 25 pohon selama hidup. 

Saudara-saudara sekalian

Permasalahan dalam suatu kegiatan selalu muncul namun saya berpesan agar permasalahan yang muncul dalam upaya penanggulangan degradasi lahan janganlah menimbulkan stigma buruk tentang program mulia ini yaitu melawan degradasi lahan. Untuk itu apabila ada hal-hal yang dirasakan kurang tepat dalam penyelenggaraan program-program penanggulangan degradasi lahan, agar dapat langsung disampaikan sebagai salah satu bentuk pengawasan.

Saya juga berpesan agar upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak bosan-bosannya terus dilaksanakan utamanya bagi generasi muda. Generasi muda perlu memahami betul bahaya degradasi lahan, karena merekalah yang akan merasakan dan melanjutkan mencari solusi pada masanya.

Peringatan tahun ini dilakukan dengan beberapa kegiatan, antara lain:
• workshop yang melibatkan nara sumber dari akademisi, pelaku usaha, praktisi pengelola sumberdaya alam, dan pelestari sumberdaya alam, 
• pembuatan sumur resapan, penanaman pohon secara simbolis yang diikuti dengan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah BPDASHL se-Indonesia,

Saudara-saudara sekalian

Demikian sambutan saya dan selamat memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Tahun 2017.
Wassalaamu’alaikum Wr Wb.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

Siti Nurbaya


Unduh File:


Sambutan Men LHK WDCD 17 Juni 2017