Siaga Patroli Udara Dukung Monitoring Hotspot dan Pemadaman

  10 AUG 2017

SIARAN PERS
Nomor : SP.186/HUMAS/PP/HMS.3/08/2017

Situbondo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis, 10 Agustus 2017. Setelah patroli terpadu di berbagai lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga tengah menggiatkan Patroli Udara dan Monitoring Hotspot, menggunakan heli bell 412. 

Mengawali monitoring di Provinsi Kalimantan Barat, patroli udara berangkat dari Bandara Supadio Pontianak, menuju wilayah Kabupaten Sambas yang meliputi Desa Balai Gemuruh (Kecamatan Sambas); Desa Sarang Burung Kolam, Desa Sarang Burung Danau, Desa Semata (Kecamatan Jawai); dan Desa Sebubus (Kecamatan Paloh), pada hari Rabu (09/08/2017). 

Patroli yang dilakukan selama 2 jam 10 menit ini tidak menemukan adanya titik api di sepanjang jalur, namun patroli menemukan beberapa areal bekas terbakar di Desa Sarang Burung Kolam, Desa Sarang Burung Danau dan Desa Semata.

Sementara itu, Data Posko Nasional Pengendalian Karhutla KLHK per tanggal 10 Agustus 2017 pukul 10.00 WIB, menyebutkan pada Satelit NOAA19 tidak terpantau hotspot di wilayah Indonesia, begitu pula halnya dengan data satelit TERRA/AQUA (NASA) confidence level >80%, dan data TERRA/AQUA (LAPAN) confidence level >80%, menunjukkan hasil yang sama.

Dengan demikian, total hotspot berdasarkan satelit NOAA19 per 1 Januari s/d 10 Agustus 2017 dilaporkan sebanyak 1.397 hotspot. Dibandingkan tahun 2016 periode yang sama, yaitu 1.323 hotspot, tahun ini terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 74 titik (5,59%).

Sampai saat ini Manggala Agni masih dalam proses pemadaman di Dusun Podorukun, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, setelah kemarin (09/08/2017), telah berhasil dipadamkan seluas 3 Ha, dari perkiraan total luas yang terbakar sekitar 30 Ha. 

Pemadaman juga dilakukan Manggala Agni Daops Siak di Desa Tambusai (Kecamatan Bunga Raya), dan Desa Sungai Tengah (Kecamatan Sabak Auh), Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan luas kebakaran masing-masing sekitar 20 Ha. 

Sementara itu, saat ini pemadaman juga tengah berlangsung di hutan jati sekitar kawasan Taman Nasional (TN) Baluran, dengan tim gabungan Masyarakat Peduli Api, BPBD Kabupaten Situbondo, Balai TN Baluran, dan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla Jawa Bali Nusa Tenggara. 

Ditegaskan Menteri LHK, Siti Nurbaya, bahwa upaya pencegahan maupun upaya penanggulangan karhutla akan terus dilakukan secara siaga. “Upaya ini dilakukan untuk mengurangi resiko meluasnya kejadian karhutla, mengingat cuaca yang akhir-akhir ini cukup panas”, ujar Siti Nurbaya.

Selain itu, dalam patroli terpadu, dilakukan pendekatan kepada masyarakat, tentang pentingnya menjaga lahan dan hutan dari kebakaran, dan tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

“Heli KLHK juga akan terus stand by di wilayah rawan karhutla untuk monitoring hotspot, sehingga ketika terjadi kebakaran bisa langsung ditangani dengan water bombing”, pungkas Siti Nurbaya.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330


Unduh File:


Siaran Pers Siaga Patroli Udara Dukung Monitoring Hostspot dan Pemadaman