Pelantikan Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV) Lingkup Kementerian LHK

  15 SEP 2017

Nomor : SP. 249/HUMAS/PP/HMS.3/09/2017

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 15 September 2017. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, melantik 99 Pejabat Administrator (Eselon III) dan 197 Pejabat Pengawas (Eselon IV) lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Terdiri dari promosi dari jabatan Eselon IV ke jabatan Eselon III sebanyak 43 orang dan promosi staf ke Eselon IV sebanyak 92 orang. 

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK. 495/MENLHK-Setjen/peg.2/9/2017 dan SK. 496/MENLHK-Setjen/peg.2/9/2017tanggal 13 September 2017. Pelantikan dilaksanakan di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat, 15 September 2017.

Siti Nurbaya menyampaikan bahwa, posisi eselon III merupakan interface, berada diantara soal-soal policy kebijakan, artikulasi politik dari kepentingan negara dan kelembagaan. Eselon III juga sekaligus interface terhadap kemampuan teknis atau pekerjaan di lapangan, sehingga disitulah pentingnya posisi ini.

Sementara, posisi Eselon IV berperan sebagai pemimpin unit kerja terendah dalam suatu organisasi yang menentukan kelancaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, mulai tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan di lapangan.

“Eselon IV punya peran yang sangat penting ketika bekerja di lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, saya mengandalkan kepada seluruh jajaran eselon IV untuk menunjukkan sosok Kementerian ini di mata masyarakat, jadi posisi itu tidak main-main,” ujar Siti Nurbaya.

Pada kesempatan ini, Siti Nurbaya kembali mengingatkan salah satu fungsi birokrasi, yakni menjaga stabilitas pemerintahan. Di tengah arus informasi yang tersebar luas khususnya di media sosial, Siti Nurbaya mengingatkan untuk betul-betul bisa menjaga stabilitas dari hal-hal yang dapat mengganggu kebijakan yang sedang dikembangkan oleh kementerian ini. Oleh karena itu, harus lebih bijaksana dalam memberikan komentar-komentar ataupun catatan-catatan dalam berinteraksi dengan segala pihak.

“Saya minta tolong betul, hati-hati di dalam memberikan komentar tentang hal-hal yang sedang terjadi di kementerian ini, apalagi kalau nggak tau masalahnya. Saya juga ingin minta tolong untuk menyaring dengan sebaik-baiknya berita hoax dan apabila terkait dengan kementerian kita, saya minta tolong untuk segera diluruskan,” kata Siti Nurbaya.

Secara khusus, Siti Nurbaya menyoroti sejumlah hal yang menuntut perhatian lebih dari setiap elemen di KLHK. Salah satunya antisipasi dan pencegahan ekstra kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada tahun 2017, diperkirakan puncak jumlah hotspot (titik panas) terjadi pada Bulan September. Oleh karena itu, Siti Nurbaya meminta kedepankan aspek pencegahan melalui kerjasama baik di tingkat pusat maupun daerah. Kemudian, jika terjadi kebakaran segera padamkan sebelum api menjadi besar dan tidak terkendali.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan jabatan yang baru, Siti Nurbaya berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar melaksanakan revolusi mental yang dijabarkan dengan meningkatkan integritas (jujur, ikhlas dan tanggung jawab), meningkatkan Etos Kerja (disiplin dan professional), serta melaksanakan Gotong Royong (bekerjasama). (***)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi : 081375633330