Manggala Agni Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sulawesi Tenggara

  13 OCT 2017

SIARAN PERS
Nomor : SP. 297 /HUMAS/PP/HMS.3/10/2017

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jum’at, 13 Oktober 2017. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan – Manggala Agni Daops Tinanggea berhasil padamkan kebakaran lahan seluas ± 15 Ha di dua lokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (12/10/2017). Lokasi pertama, terletak di Wilayah Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, seluas ± 10,56 Ha. Lokasi kebakaran kedua, di Kelurahan Rarongkeu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana seluas ± 4.28 Ha. Lahan semak belukar yang terbakar diduga disebabkan oleh aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa perlu terus dilakukan upaya penyadartahuan kepada masyarakat penggarap lahan agar tidak menyiapkan lahan pertanian atau perkebunannya dengan cara membakar.

"Masyarakat hendaknya dapat lebih bijak dalam memanfaatkan lahan pertaniannya. Tidak hanya mengejar faktor ekonomi namun juga harus mempertimbangkan faktor lingkungan dan segala resikonya yang akan berdampak secara luas,” tambah Raffles.

Di Kalimantan Selatan, Manggala Agni Daops Banjar bersama dengan personil BPBD, TNI, dan POLRI pada Kamis (12/10/2017) melakukan pemadaman dini kebakaran lahan seluas ± 1 Ha yang terjadi tidak jauh dari Lapangan Tembak Korem 101 Antasari.

Pantauan hotspot dari Posko Dalkarhutla KLHK (Kamis, 12/10/2017) pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA terpantau 9 hotspot yang tersebar di Provinsi Jawa Timur 1 titik, Sulawesi Tenggara 1 titik, Kalimantan Selatan 1 titik, Sulawesi Selatan 1 titik, dan Kalimantan Timur 1 titik. Sedangkan Satelit TERRA AQUA memantau 24 hotspot yaitu di Papua 1 titik, Jawa Timur 3 titik, NTT 15 titik, NTB 4 titik, dan Sulawesi Selatan 1 titik.

Hingga malam tadi (12/10/2017), berdasarkan Satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 9 Oktober 2017 terdapat hotspot sebanyak 2.375 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, jumlah hotspot tercatat sebanyak 3.527 titik. Dibandingkan tahun lalu, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.152 titik atau sebesar 32,66%.

Sementara, satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80% mencatat terdapat 1.877 hotspot. Jumlah ini menurun sebanyak 1.717 titik (47,77%), jika dibandingkan dengan tahun 2016 pada periode yang sama, yaitu sebanyak 3.594 titik.(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330