Lindungi Taman Nasional dari Ancaman Karhutla

  10 NOV 2017

SIARAN PERS

Nomor : SP. 341     /HUMAS/PP/HMS.3/11/2017

Lindungi Taman Nasional dari Ancaman Karhutla

Jakarta,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  Jumat,  10 November 2017

KLHK kembali membentuk regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (brigdalkarhut). Pembentukan sekaligus pelatihan dasar regu brigdalkarhut ini dilaksanakan di Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau.  Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen KLHK dalam meningkatkan sumber daya manusia dan personil pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi-lokasi rawan karhutla di Indonesia. 

Kawasan TNTN merupakan salah satu kawasan konservasi yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di Asia. Saat ini kawasan tersebut tak luput dari ancaman kebakaran hutan. 
Pembentukan regu brigdalkarhut ini dilaksanakan selama 3 hari,  mulai dari tanggal 8 - 10 November 2017 di Kantot Balai TNTN. Serta diadakan juga praktek lapangan yang dilaksanakan di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (TAHURA SSH) II di Minas,  Pekanbaru.   Personil  yang dibentuk dalm regu brigdalkarhut ini terdiri dari 30 orang yang terbagi dalam dua regu.

Acara pembentukan dan pelatihan dibuka langsung oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Tenaga dan Sarana Prasarana,  Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,  Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,  KLHK, Agus Haryanta,  didampingi oleh Kepala Balai TNTN, Supartono, dan Kepala Daerah Operasional Manggala Agni Pekanbaru, Edwin Putra.  

Dalam sambutannya, Agus Haryanta menyampaikan bahwa dengan adanya sumber daya manusia yang sudah terlatih ini,  ke depannya kejadian karhutla di kawasan TNTN dapat ditekan dan diminimalisir, dan tentunya juga dengan melibatkan masyarakat peduli karhutla di sekitar kawasan TN.
"Regu brigdalkarhut yang dibentuk ini diberi bekal pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dapat diterapkan dalam menjalankan tugas nantinya, " tambah Agus.  

Kepala Balai TNTN Supartono menegaskan bahwa Balai TNTN juga telah menyiapkan posko-posko dalkarhutla di lokasi-lokasi rawan yang nantinya akan menjadi shelter atau pondok kerja bagi anggota brigdalkarhut yang telah dilatih.

Sementara itu terkait jumlah hotspot pukul 20.00 WIB (09/11/2017), berdasarkan pantauan satelit NOAA terpantau ada 2 hotspot, sedangkan TERRA AQUA (NASA) tidak terpantau hotspot. 

Dengan demikian, untuk periode 1 Januari – 9 November 2017 pada satelit NOAA, terdapat 2.544 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.765 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.221 hotspot atau sebesar 32,43%.
Penurunan sejumlah 1.443 titik (38,52%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80%, yang mencatat 2.303 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.746 hotspot. (*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330