KLHK dan POLRI Tingkatkan Sinergitas Pencegahan Karhutla

  11 NOV 2017

SIARAN PERS

Nomor : SP. 343 /HUMAS/PP/HMS.3/11/2017


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 11 November 2017

Sinergitas KLHK dan POLRI dalam upaya pencegahan kebakaran hutan semakin kuat terjalin di tingkat tapak. Pada Jumat 10 November 2017 yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, bersama-sama dengan Manggala Agni Daops Tinanggea Sulawesi Tenggara, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK dan Kepolisian setempat menggelar aksi simpatik pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi simpatik ini digelar di Jl. Suprapto Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang dilakukan untuk menggugah rasa kepedulian masyarakat akan pentingnya mencegah karhutla. Kegiatan ini dilakukan melalui penempelan stiker kampanye pencegahan karhutla di kendaraan-kendaraan yang berhenti di lampu merah. Selain itu kepada masyarakat dibagikan juga poster kesiapsiagaan karhutla serta topi kampanye pencegahan karhutla.

Direktur Bimbingan Masyarakat, Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol. Drs. Erfan Prasetyo menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pencegahan karhutla kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud sinergi antara POLRI dan KLHK dalam upaya bersama untuk mengajak masyarakat mencegah karhutla di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Tim dari Direktorat PKHL yang diwakili oleh Kepala Seksi Kampanye Pencegahan Karhutla, Egar Mejupan menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang baik dari para pihak khususnya Polda Sulawesi Tenggara dalam mendukung pelaksanaan kegiatan aksi simpatik ini. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat Kota Kendari atas antusiasme dan partisipasinya dalam kegiatan ini. 

Kepala Daops Manggala Agni Tinanggea Sulawesi Tenggara, Yanuar F.K menanggapi bahwa aksi bersama ini membawa pengaruh positif dalam upaya pencegahan karhutla. 
“Kerjasama yang selama ini terjalin antara Manggala Agni dengan Polri dan para pihak lainnya menjadi salah satu kekuatan utama dalam penanganan karhutla di Sulawesi Tenggara”, jelas Yanuar.

Selain aksi simpatik ini, juga dilakukan pameran pencegahan karhutla di Lippo Mall Kendari yang berlangsung dari tanggal 9 - 12 November 2017. Pameran yang berlangsung di salah satu pusat keramaian di Kota Kendari ini juga dilaksanakan dengan misi yang sama yaitu sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya mencegah karhutla. Para pengunjung pameran diberikan kesempatan untuk memberikan harapan, pendapat dan saran seputar isu karhutla di Sulawesi Tenggara. Komentar mereka dituangkan pada papan Gerakan Pencegahan Pembakaran Hutan dan Lahan (Gerapphula).

Sementara itu dari Posko Dalkarhutla KLHK dilaporkan jumlah hotspot pukul 20.00 WIB (10/11/2017) berdasarkan pantauan satelit NOAA tidak terpantau adanya hotspot, sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau delapan hotspot dengan rincian di Sulawesi Tengah dua titik, Sulawesi Tenggara satu titik, NTB dua titik, dan NTT tiga titik. 

Dengan demikian, jumlah hotspot untuk periode 1 Januari - 10 November 2017 pada satelit NOAA terdapat 2.544 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 tercatat 3.766 hotspot sehingga ada penurunan sebanyak 1.222 titik atau sebesar 32,44 %.

Penurunan sejumlah 1.439 titik (38,37%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level => 80% yang mencatat 2.311 hotspot tahun ini setelah sebelumnya di tahun 2016 tercatat sebanyak 3.750 hotspot.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330