Taman Nasional Merbabu Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

  04 DEC 2017

Nomor : 387/HUMAS/PP/HMS.3/12/2017

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 4 Desember 2017. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat secara kontinu terbukti efektif. Salah satunya dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional TN Gunung Merbabu bersama Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, di wilayah penyangga, tepatnya di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah (03/12/2017).

“Dalam dua tahun terakhir, tidak terjadi karhutla di TN Gunung Merbabu. Hal ini tidak lepas dari kerjasama para pihak dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kawasan konservasi ini,” ujar Raffles B. Panjaitan, Direktur PKHL, dalam kesempatan terpisah.

“Masyarakat juga dapat membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan patroli di kawasan hutan. Selain itu dapat menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan oknum yang melakukan pembakaran hutan”, lanjutnya.

Selain pencegahan karhutla, masyarakat juga diajak untuk melaksanakan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air, untuk mencegah bencana banjir dan longsor, seperti teknik terasering dan menanam tanaman keras.

“Saya mengajak masyarakat dan semua elemen untuk ikut menyelamatkan, melestarikan, dan mengamankan kawasan TN Gunung Merbabu agar bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan dan terjaga dari bencana,” ujar Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Edy Sutiyarto.

Selain masyarakat dari desa penyangga, turut hadir Kasubdit Pencegahan Karhutla Direktorat PKHL, Kapolsek Ampel, Camat Ampel, serta komunitas masyarakat lainnya, antara lain Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, Regu Pecinta Alam, UPK se-Boyolali dan Tim SAR.

Sementara, sampai tanggal 3 Desember 2017 malam, terlihat 1 hotspot di Kalimantan Selatan berdasarkan satelit NOAA. Sedangkan pantauan hotspot satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80% tidak menunjukkan adanya hotspot.

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 3 Desember 2017, terdapat 2.556 hotspot di seluruh Indonesia, sehingga terdapat penurunan 1.234 hotspot (32,55%) dari tahun 2016. Penurunan sejumlah 1.454 titik (38,18%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80%, yang mencatat 2.354 hotspot di tahun ini, sebelumnya di tahun 2016 tercatat 3.808 hotspot.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330