KLHK Sinergikan Pencegahan Karhutla yang Berkesinambungan

  05 DEC 2017

Nomor : SP. 389/HUMAS/PP/HMS.3/12/2017

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 5 Desember 2017. Angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2017 berhasil diturunkan. Demikian disampaikan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan saat acara Dialog Publik Iklim dan Alam Kita di Studio RRI Pro 3, Jakarta, (4/12/2017). 

“Capaian ini merupakan hasil dari upaya pencegahan yang intensif dilakukan melalui sistem peringatan dini (early warning) pada website www.sipongi.menlhk.go.id. Masyarakat juga dapat turut memantau titik-titik panas, untuk kemudian segera dilakukan pengecekan (groundcheck), serta patroli terpadu yang melibatkan TNI, POLRI, Kepala Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Manggala Agni,“ jelas Raffles.

Raffles juga menyampaikan bahwa penyebab karhutla secara umum ada dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam sangat ditentukan oleh fenomena iklim dan kondisi cuaca. Sementara faktor manusia, diantaranya disebabkan oleh pembukaan lahan dengan cara membakar yang masih dilakukan oleh masyarakat karena dianggap lebih cepat, ekonomis, dan efisien.

“Dalam mengatasi hal ini, perlu dilakukan pemetaan dan pemantauan pembukaan areal lahan milik masyarakat. Masyarakat juga perlu diberikan bantuan dan pendampingan dalam penerapan teknologi pertanian. Selain itu juga perlu penguatan regulasi oleh Pemerintah terkait pengendalian karhutla, baik di tingkat pusat maupun daerah”, tambah Raffles.

Pencapaian tahun ini tentunya tidak membuat Pemerintah lengah. KLHK terus melakukan koordinasi dengan semua stakeholders termasuk para perusahaan pemegang izin usaha bidang kehutanan. Mereka diwajibkan untuk turut melaksanakan upaya pengendalian karhutla melalui penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana dan dukungan anggaran sebagai bagian yang tidak terlepas dalam pelaksanaan kerja perusahaan.

KLHK juga terus melakukan penguatan sistem informasi deteksi dini, penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), penyusunan Prosedur Kerja kegiatan pengendalian karhutla, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat serta memberikan peluang mata pencaharian kepada masyarakat melalui hutan kemasyarakatan.

Sementara itu, pantauan hotspot pada Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pukul 21.00 WIB (4/12/2017), tidak terpantau hotspot pada satelit NOAA, sedangkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) terpantau satu hotspot di Provinsi Papua. 

Dengan demikian, selama 1 Januari – 4 Desember 2017 berdasarkan satelit NOAA terdapat 2.555 titik, sehingga terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.234 titik (32,55 %) dari tahun sebelumnya. Sedangkan total 2.355 titik ditunjukkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Confidence Level ?80%, setelah tahun 2016 lalu menunjukkan 3.808 titik, sehingga saat ini menurun sebanyak 1.453 titik (38,15 %).(*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330