Jenis Burung Baru di Pulau Rote, NTT Diberi Nama Ibu Negara, Myzomela irianawidodoae

  11 JAN 2018

Nomor : SP. 011 /HUMAS/PP/HMS.3/01/2018

Manado, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 11 Januari 2018. Dengan ditemukannya spesies burung baru di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur, turut memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Jenis baru yang ditemukan oleh Pusat Penelitian Biologi LIPI ini diberi nama Myzomela irianawidodoae, yang berasal dari nama Ibu Negara Indonesia, yaitu Iriana Widodo.

Pemberian nama ilmiah jenis burung baru tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

"Pemberian nama ilmiah dengan nama Ibu Negara ini merupakan kebanggaan bagi negara Indonesia, dan pertama kali dilakukan di Indonesia", tutur Menteri Siti Nurbaya di Manado (11/01/2018).

"Hal ini sebagai ungkapan atau bentuk penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung, dedikasinya dapat dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam menyelamatkan lingkungan di Indonesia", lanjutnya.

Burung Myzomela irianawidodoae adalah satwa endemik Pulau Rote, dalam famili Meliphagidae, dengan status dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Mewakili Kepala LIPI, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Prof. Enny Sudharmonowati, menjelaskan, penemuan jenis baru ini telah dipublikasikan tim peneliti Pusat Penelitian Biologi – LIPI (Dr. Dewi M. Prawiradilaga dkk) dan tim peneliti dari Singapura, dalam jurnal ilmiah Treubia Volume 44, edisi Desember 2017.

Disampaikan Enny, selain Pulau Rote, LIPI terus melakukan eksplorasi/ekspedisi di pulau terluar atau pulau yang diduga memiliki tingkat endemisitas tinggi karena sejarah pembentukan daratan atau kejadian alam lain. "Sebanyak lebih dari 1.113 jenis dan varietas baru telah dihasilkan LIPI, dan penelitian potensi pemanfaatan berkelanjutan masih terus dilakukan untuk dapat mendukung kesejahteraan bangsa Indonesia", lanjutnya.

Kegiatan peluncuran nama jenis baru ini dilakukan seiring dengan penamaan bayi Anoa yang lahir secara alami, Anara, oleh Menteri Siti Nurbaya. Turut hadir dalam kegiatan ini, Jan Darmadi, dari Dewan Pertimbangan Presiden, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven O.E. Kandouw.

Tidak lupa Menteri Siti Nurbaya juga mengajak semua pihak untuk menjaga dan membiarkan burung ini hidup di alam. "Kelestarian burung ini dan semua jenis burung di wilayah NKRI menjadi warisan yang bernilai tidak terhingga bagi generasi penerus bangsa", pesannya. (*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 0813756333