Pulihkan Hutan Lindung dengan Makadamia

Pulihkan Hutan Lindung dengan Makadamia

20 Desember 2023 , dibaca 733 kali.

Hutan lindung di kawasan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah pernah mengalami degradasi sehingga memicu banjir bandang. Kini, daerah aliran sungai (DAS) dimana hutan lindung tersebut berada mulai dipulihkan dengan menanam puluhan ribu bibit Makadamia yang sekarang sudah belajar berbuah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Brebes Laode Vindar mengungkapkan, kawasan hutan khususnya Igerklanceng hingga Paguyangan dulunya digunduli dan ditanami tanaman semusim seperti bawang dan kol. Kondisi ini memicu longsor dan pada 4 tahun lalu terjadi banjir bandang. 

 "Terima kasih BPDAS Pemali Jratun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang telah menginisiasi pemulihan DAS dan memberikan ribuan bibit produktif gratis seperti Makadamia, Alpukat, dan Aren untuk ditanam bersama masyarakat," kata Laode usai Penanaman di Acara Gerakan Nasional Pemulihan DAS di Desa Igerklanceng, Kec. Sirampog, Kab. Brebes, Jawa Tengah, Selasa, 19 Desember 2023.
  
Di tempat yang sama, Kepala BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Pemali Jratun Rochimah Nugrahini mengatakan penanaman ini dilakukan untuk memitigasi bencana dengan memulihkan DAS.
 
"Pada 2019, kami melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk pulihkan hutan lindung dengan menanam bibit Makadamia. Mereka tertarik dan meminta bibitnya untuk ditanam. Total ada 25 ribu bibit yang ditanam, 99 persen tumbuh dengan baik dan sudah mulai belajar berbuah," jelas Rochimah usai penanaman.

"Pohon Makadamia ini tak hanya berfungsi memulihkan hutan lindung tapi juga membawa manfaat ekonomi, karena kacang Makadamia ini harganya cukup mahal," lanjut Rochimah.
 
Salah satu perwakilan petani, Saur, berharap nanti ada yang menampung kacang Makadamia kalau sudah panen. "Kalau bisa ada perjanjian, sehingga petani ada jaminan," harap Saur.

Sementara itu, Sonny Y. Soeharso, Staf Khusus Menteri LHK Bidang Edukasi Publik Kelestrian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup mengajak para pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi menjaga alam dan merawat pohon yang sudah ditanam. 

"Mari kita bergandeng tangan, bergotong royong, untuk menjaga alam demi anak cucu kita. Hutan lestari, rakyat sejahtera," kata Sonny.

Gerakan Nasional Pemulihan DAS BPDAS Pemali Jratun 2023 ini dihadiri Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djoko Widardjo, Ariyanto, Yuliarto Joko Putranto, dan Taruna Jaya. 

Selain itu, jajaran BPDAS Pemali Jratun KLHK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Divisi Regional Perhutani Jateng, Kepala KPH Pekalongan Barat, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah & Penyuluh Kehutanan Lapangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Camat Sirampo, Danramil Sirampog, Kapolsek Sirampog, dan Kepala Desa.   

Hadir pula Tokoh Masyarakat Igerklanceng, LMDH Lestari Jaya Igerklanceng, Ketua PAMPERA Bantarkawung, Ketua Yayasan Kyai Haji Subuh Sirampog, dan Pengasuh P Taalumul Huda Ganggawang, Salem. (*)