KLHK Terapkan Prosedur Kesehatan Manggala Agni dalam Kegiatan Pengendalian Karhutla Saat Pandemi COVID-19

  14 MAY 2020

Nomor: SP.195/HUMAS/PP/HMS.3/5/2020

Personil Manggala Agni di seluruh wilayah Indonesia senantiasa melaksanakan tugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperhatikan kondisi kesehatan para personil Manggala Agni pada masa Pandemi COVID-19.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), KLHK, Ruandha Agung Sugardiman dalam keterangan tertulisnya (13/05/2020), menerangkan bahwa KLHK menyiapkan sejumlah prosedur dalam menjaga kesehatan para personil Manggala Agni. Upaya-upaya tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SE.6/MENLHK-SETJEN/ROUM/SET.1/4/2020 tentang Kesinambungan Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di KLHK.

Ruandha menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam pengaturan sistem kerja Manggala Agni,
dibuat pengaturan jadwal piket di Daerah Operasi (Daops) maksimal 1 regu (15 orang) dan di Pondok Kerja/Posko maksimal 5 orang. Waktu kerja dan pengaturan lokasi posko/pondok kerja memperhatikan situasi dengan mewaspadai wilayah yang terdapat warga dengan status ODP/PDP. 

Ruandha juga mengingatkan para personil Manggala Agni untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dan Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 di lingkungan tempat kerja. Disiplin akan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, membekali diri dengan hand sanitizer dan masker, serta membersihkan diri/mandi setelah kembali berkegiatan di luar rumah.

"Personil Manggala Agni juga harus menerapkan physical distancing, melakukan kegiatan yang tidak melibatkan kerumunan massa dan memperhatikan jaga jarak. Serta menyampaikan laporan kesehatan masing-masing personil Manggala Agni secara rutin sebagai media pemantauan", jelas Ruandha.

Selain melaksanakan tugas pokoknya, personil Manggala Agni juga aktif berperan serta mendukung upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di lingkungannya.

Direktur Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan, KLHK, Basar Manullang pada beberapa waktu yang lalu juga melaporkan beberapa kegiatan Manggala Agni dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Kegiatan tersebut diantaranya adalah memberikan bantuan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, serta melakukan penyemprotan cairan desinfektan secara rutin pada area area publik.

Menurut Basar, desinfektan ini menggunakan bahan cuka kayu hasil produksi Manggala Agni Daops yang telah teruji efektifitasnya. Para personil juga memberikan informasi dalam rangka penyadartahuan kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan tetap menerapkan physical distancing.

Lebih teknis, Basar memberikan penjelasan bahwa, seperti pada setiap kegiatan pengendalian karhutla, Manggala Agni di seluruh Daops di Indonesia juga memiliki perencanaan yang terukur. Manggala Agni menentukan rencana pelaksanaan kegiatan pencegahan atau penanggulangan karhutla serta skenario teknis pelaksanaan kegiatan lapangan. Selain itu, ketika bekerja sama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), personil Manggala Agni harus memastikan anggota MPA bertugas dalam kondisi baik tidak dalam kondisi sakit, gangguan ISPA, gangguan paru-paru atau penyakit kronis lainnya.

Dalam pelaksanaan pengendalian karhutla, baik personil Manggala Agni maupun MPA, ketika di lapangan harus membekali diri dengan persiapan dan peralatan pelindung diri. Peralatan yang dipakai, baik sesesudah dan akan digunakan dibersihkan dengan penyemprotan desinfektan. Personil MPA selama melakukan kegiatan pencegahan karhutla wajib menggunakan masker dan dibekali cairan desinfektan. Selain itu, anggota MPA dalam melakukan kegiatan penanggulangan karhutla wajib menggunakan masker, kaca mata google, baju pelindung, sepatu boot standar karhutla dan juga dibekali cairan desinfektan.

Para Personil Manggala Agni, dalam melakukan sosialisasi mandiri pengendalian karhutla diwajibkan menghindari kegiatan yang mengakibatkan kerumunan banyak orang.
Dalam melakukan komunikasi dengan anggota masyarakat lainnya lakukan dengan menjaga jarak, direkomendasikan jarak aman 1-2 m, atau dengan menggunakan alat komunikasi jarak jauh.

Kemudian, dalam penyampaikan peringatan dini karhutla, dapat dilakukan dengan menggunakan mobil/motor penyuluhan karhutla yang dilengkapi pengeras suara. Para personil Manggala Agni juga harus memastikan selama melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan harus cermat, hati-hati, cepat dan efisien.
Di akhir pelaksanaan, tetap menjaga kesehatan, mandi, ganti baju dan istirahat yang cukup, konsumsi makan-makanan yang banyak mengandung vitamin. Setiap selesai melaksanakan kegiatan, Manggala Agni wajib melaporkan kegiatan pencegahan secara berjenjang, serta membuat dokumentasi kegiatan.(*)
______________________________
Jakarta, KLHK, 14 Mei 2020.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK
Nunu Anugrah - 081281331247

Website:
www.menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id

Youtube:
Kementerian LHK

Facebook:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Instagram:
kementerianlhk

Twitter:
@kementerianlhk